Selasa, 31 Agustus 2010

KETUA PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA PD IX/UDAYANA GELAR YASINAN BERSAMA

Penerangan Kodam IX/Udayana
26 Agustus 2010
Majelis Ta’klim Roudhotul Jannah Udayana mempunyai arti Wanita di Taman Surga, dengan maksud dan harapan agar para anggota Persit Kartika Chandra Kirana PD IX/Udayana menjadi isteri yang sholehah dan penyejuk yang dapat menjaga keharmonisan keluarga dan selalu mendukung para suaminya dalam melaksanakan tugas yang dihadapinya.


Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD IX/Udayana Ny Ratna Rachmat Budiyanto dalam acara Yasinan Majelis Ta’klim Roudhatul Jannah Kartika Udayana di Kediaman Pangdam IX/Udayana,Denpasar,Kamis,26 Agustus 2010.

Ny Ratna Rachmat Budiyanto menjelaskan bahwa Majelis Ta’klim Roudhotul Jannah di dirikan pada tanggal 19 Agustus 2010/10 Ramadhan 1431 H. Sebagai pelindung Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah IX/Udayana, Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah IX/Udayana. Penanggungjawab,Ketua majelis Ta’klim NY Kembar Maruto, Penasehat KA Bintal Kodam IX/Udayana dan H.Taufik sebagai pelatih/pembimbing di Majelis Ta’klim tersebut.


Kegiatan yang telah dilaksanakan Majelis Ta’klim Roudhotul Jannah antara lain memiliki kelompok sholawata yang telah tampil dalam kegiatan kegiatan keagamaan dilingkungan Kodam IX/Udayana, mengadakan pengajian dan tadarusan Al Qu’ran selama bulan Ramadhan dan menerbitkan buku panduan Majelis Ta’klim Roudhotul Jannah Kartika Udayana.
Hadir dalam acara Yasinan Majelis Ta’klim Roudhotul Jannah itu para pengurus Persit PD IX/Udayana dan semua anggota Persit PD IX/Udayana.

Acara yasinan diawali dengan baca tasbih dilanjutkan dengan asmaaul husnaa, sholawat, tadarrus qur’an, ceramah, sholat dzuhur dan diakhiri dengan do’a.

Jumat, 27 Agustus 2010

PANGDAM IX/UDAYANA BUKA PUASA BERSAMA DENGAN ANAK YATIM PIATU

Penerangan Kodam IX/Udayana
Editing Kapten Inf Daroji
27 Agustus 2010

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Rachmat Budiyanto melaksanakan buka puasa bersama dan sekaligus meperingati turunnya Kitab Suci Al Qur’an Nuzulul Qur’an. Acara di hadiri oleh Kasdam IX/Udayana, para pejabat dilingkungan Kodam IX/Udayana, anggota perwakilan dari seluruh kesatuan Kodam IX/Udayana , Anak anak Yatim Piatu dan penceramah Drs.Wayan Syamsul Bahri.
Pangdam IX/Udayana dalam sambutanya mengatakan bahwa Allah SWT menurunkan Al Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW adalah merupakan rahmat bagi seluruh manusia dan menjadi petunjuk bagi manusia untuk memperoleh jalan yang benar menuju cahaya iman dan islam.Al Qur’an merupakan pedoman dan tuntunan hidup yang di dalamnya mengandung ajaran ajaran kebenaran kebenaran hakiki.
Dalam acara buka puasa bersama, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Rachmat. Budiyanto juga memberikan beberapa bingkisan kepada puluhan anak-anak yatim piatu Dengan harapan mudah-mudahan bingkisan yang diberikan, bisa meringankan dan membantu anak-anak dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Drs.H. Wayan Syamsul Bahri,dalam tausiahnya mengatakan bahwa kita semua harus selalu bersyukur dan selalu bertaqwa kepada Allah SWT yang telah menciptakan alam semesta dan isinya.Bahwa semua benjana alam,baik berupa banjir .tanah longsor, gunung meletus, gempa bumi yang bias menimbulkan tsunami adalah merupakan peringatan Allah SWT kepada manusia agar senan tiasa selalu bertaubat atas kesalahan kesalahan yang telah dilakukan baik kesalahan langsung kepada Allah SWT maupun kesalahan kepada semua ciptaan Allah SWT.
Pada suatu saat nanti Allah SWT akan menggoncangkan bumi ini dengan guncangan yang sangat dahsyat maka bumi akan hancur dan semua isinya porak poranda akan berterbangan dan pada waktu itulah semua makluk hidup yang sudah mati akan dibangkitkan kembali untuk dimintai pertanggungjawabanya semua perbuatan yang telah dilalukan semasa masih hidup dan hanya ada dua pilihan yaitu neraka atau surga nanti Allah SWT akan mengadili semua manusia.
Ustad juga menyampaikan bahwa pentingnya saling menghormati dan saling meminta maaf diantara kita yaitu antara suami dan isteri harus saling menghormati dan saling memaafkan, seorang ibu dan bapak harus juga menghargai dan membimbing anak anaknya hingga menjadi manusia yang berguna begitu juga seorang anak harus juga harus selalu menghormati dan menghargai ibu dan bapaknya karena semuanya itu akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT.
Acara dilanjutkan dengan membatalkan puasa bersama dilanjutkan denga sholat magrib bersama , ramah tamah dengan semua yang hadir dengan menikmati menu buka puasa bersama dan sholat isya’ dan sholat tarawih secara berjamaah bersama Pangdam dan Kasdam IX/Udayana, sholat di imami oleh Mansur Cole dari Bintaldam IX/Udayana.

Senin, 23 Agustus 2010

PANGDAM IX/UDAYANA BUKA PUASA DI KOREM 163/WIRA SATYA

Penerangan Kodam IX/Udayana
24 Agystus 2010
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Rachmat Budiyanto melaksanakan Buka Puasa bersama di Aula Makorem 163/Wira Satya,Jumat,20/8.hadir dalam acara Buka Puasa bersama tersebut Kasdam IX/Udayana,Danrem 163/Wira Satya beserta seluruh staf, Para Dandim, Dandenzipur dan seluruh Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil di wilayah Korem 163/Wira Satya.
Pangdam IX/Udayana dalam sambutannya mengatakan buka puasa bersama yang kita laksanakan ini sangat tepat sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT sekaligus untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan dan akan mempererat hubungan tali silaturahmi di antara kita.
Hakikat puasa pada intinya adalah untuk menahan hawa nafsu yang merupakan sarana tepat melatih kesabaran, kejujuran dan kedisiplinan. Disiplin sangat penting bagi seorang prajurit karena dalam kehidupan sehari-hari tidak bisa lepas dari tata aturan atau norma-norma keprajuritan. Maka manfaatkan momentum puasa ini untuk melatih dan meningkatkan disiplin diri.
Pangdam IX/Udayana dalam kesempatan buka puasa bersama itu juga menekakan kepada seluruh prajurit jajaran Korem 163/Wira Satya untuk menjadikan bulan suci ramadhan ini sebagai sarana instrospeksi dalam setiap pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan tugas sebagai aparat teritorial, keberadaannya dituntut untuk selalu meningkatkan kemampuan membangun komunikasi sosial yang kuat guna mempererat kemanunggalan TNI-Rakyat.


Minggu, 22 Agustus 2010

KOREM 162/WIRA BHAKTI GELAR BUKA PUASA BERSAMA



Penerangan Kodam IX/Udayana
23 Agustus 2010

Acara buka puasa bersama di Masjid Almutaqin Makorem 162/WB pada tanggal 19 Agustus 2010 dihadiri seluruh prajurit dan pegawai negeri sipil jajaran Korem 162/WB sekodya Mataram yang beragama muslim, disamping itu hadir pula Kapolda NTB, Dan Lanal Mataram, Dan Lanud Rembige, para Dandim sepulau Lombok, Kasirem serta Dan/Ka/Pa Satdisjan jajaran Korem 162/WB serta anak yatim dari panti asuhan Tereb desa Bugbug kecamatan Lingsar Kab Lombok Barat. Acara diawali dengan penyampaian siraman rohani (kultum) dari Depag Prov NTB dilanjutkan Sholat Magrib berjamaah, buka puasa bersama dan Sholat Terawih.
Danrem 162/WB Kolonel Inf Robby Win Kadir dalam sambutannya menyampaikan tentang kebersamaan TNI-POLRI, dimana selama ini hubungan silahturahmi antara TNI dengan Polri yang ada di Prov. NTB sudah berjalan cukup baik, hendaknya hubungan ini tetap dijaga dan dipelihara selamanya.
Dalam siraman rohani (kultum) yang disampaikan oleh H. Nurudin, Sag dari Depag Prov NTB menyampaikan kepada umat muslim untuk meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.
Pada kesempatan tersebut Danrem 162/WB menyerahkan santunan kepada anak yatim dan penyerahan hadiah lomba kebersihan lingkungan asrama gebang.

Jumat, 20 Agustus 2010

KSAD: Pemimpin Harus Peka Tuntutan Lingkungan

Jumat, 20 Agustus 2010 18:29 WIB
MEDAN--MI: Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta mengatakan, untuk menjadi pemimpin bangsa yang besar dibutuhkan seseorang yang memiliki keunggulan iman dan taqwa, ilmu pengetahuan, dan teknologi. "Seorang pemimpin juga harus berkarakter tangguh, memiliki kecerdasan dan kearifan lokal agar dapat diterima di semua lapisan masyarakat," katanya saat orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-58 Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan, Jumat (20/8).

Jenderal bintang empat itu juga berkeyakinan, pemimpin berkeunggulan imtaq secara tidak langsung memberi jaminan bahwa dirinya akan melaksanakan amanah, serta mempertanggungjawabkan di kemudian hari di hadapan Tuhan. "Keunggulan iman dan taqwa merupakan gambaran nyata dari keluhuran budaya para pendahulu," katanya.

Sedangkan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dibutuhkan agar pemimpin dapat mencermati dan menyikapi perkembangan situasi, sehingga dapat diambil langkah antisipasi untuk penyelesaian masalah secara tepat, cepat dan bermartabat. Ia juga menilai seorang pemimpin juga harus memiliki karakter tangguh agar mampu mengendalikan konflik atau krisis. Kegagalan seorang pemimpin dalam mengatasi krisis maupun konflik, dapat menimbulkan sesuatu yang tidak konstruktif bahkan destruktif. Pada kesempatan itu dia juga menuturkan bahwa di kalangan militer, para komandan diangkat menjadi pemimpin secara formal. Akan tetapi mereka juga dituntut agar mampu diakui sebagai pemimpin secara informal.

Menurut dia, pemimpin itu akan berhasil jika mampu menghormati adat-istiadat dan tetua adat, mau mendengar dan menerima saran, serta peka terhadap tuntutan lingkungan. Dia menyadari tantangan dan terpaan yang dialami pemimpin militer belum memberi jaminan pemimpin itu akan berhasil di semua strata jabatan. Untuk mengatasinya budaya belajar dan berlatih untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan harus terus diasah agar tumbuh kepedulian dan kepekaan terhadap perkembangan lingkungan. "Kalangan militer menerapkan hal ini sebagai hasil pembelajaran dari perkembangan kondisi bangsa guna memperoleh keunggulan baru," katanya. (Ant/OL-8)

TNI Bagikan Bingkisan ke Warga Pedalaman Kongo


Jumat, 20 Agustus 2010 - 14:15 WIB. KONGO (Pos Kota) – Tepatnya di Desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI, membagikan baju baru kepada warga Kongo yang berada di pedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang.
Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT ke-65 Kemerdekaan Republik Indonesia, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo. Sebelum acara membagikan baju kepada masyarakat pedalaman, personel TNI Kontingen Garuda XX-G menggelar acara perlombaan permainan khususnya untuk anak-anak, ibu-ibu dan masyarakat setempat, diantaranya balap karung dan lomba makan kerupuk. Perlombaan permainan ini dihadiri oleh Kepala Desa Cimquante-Cinq, Kepala Polisi, sesepuh masyarakat setempat dan perwakilan dari FARDC (Force Army Republic Democratic of Congo).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa menyampaikan atas nama masyarakat Cimquante-Cinq mengucapkan Selamat HUT RI ke-65 dan terimakasih kepada Prajurit TNI Kontingen Garuda XX-G yang telah banyak memberikan bantuan kepada rakyat dan negara DRC, seperti membangun infrastruktur berupa jalan sepanjang 155 Km yang langsung dapat dirasakan manfaatnya bagi masyaratkat setempat.
Kepala Desa juga berharap agar Kontingen Garuda XX-G terus membantu masyarakat Kongo, sehingga rakyat Kongo bisa terlepas dari keterisolasian akibat keterbatasan infrastruktur di daerahnya. Sebagai rasa terimakasih dari masyarakat Cimquante-Cinq, mereka pun menampilkan pertunjukan kesenian berupa sandiwara yang mengisahkan perlawanan mereka terhadap kekejaman LRA (Lords Resistance Army) milisi/pemberontak dan juga menampilkan tari-tarian tradisional ciri khas daerahnya. Pada akhir acara, Komandan Kontingen XX-G Letkol Czi Arnold A.P. Ritiauw memberikan hadiah kepada peserta perlombaan permainan berupa makanan ringan dan sembako. Sebagai penutup acara, Komandan Kontingen membagikan baju baru kepada lebih dari seratus anak-anak yang berada di desa tersebut.

Maaf, Senjata TNI Tak Layak Perang Lawan Malaysia!


20/08/2010 - 08:05
INILAH.COM, Jakarta - Sikap arogan Malaysia terhadap Indonesia dikarenakan dua hal, yaitu faktor ekonomi dan persenjataan militer. Menurut pemerhati pertahanan Ade Daud Nasution, dari segi persenjataan militer Tentara Diraja Malaysia (TDM) jauh lebih maju ketimbang persenjataan milik TNI. "Senjata organik mereka sudah M-4 sama dengan tentara Amerika Serikat dan Inggris, sementara TNI masih pakai SS-1 dan SS-2 yang tidak kompatibel di medan berat," ujar Ade kepada INILAH.COM, Jumat (20/8).

Dalam persenjataan udara, saat ini Malaysia memiliki squadron F-18 Hornet yang merupakan pesawat terbaru Amerika Serikat. Sedangkan Angkatan Udara (AU) masih mengandalkan F-16 yang sudah usang, adapun pesawat Sukhoi buatan Rusia belum mencapai satu squadron. "Malaysia juga punya tank dan rudal di Johor daerah perbatasan, sementara kita tidak punya tank baru. Yang ada hanya Anoa tanpa altileri. Angkatan Laut Malaysia juga punya banyak kapal selam tipe besar bukan bekas seperti yang kita punya," jelas Ade. Oleh karena itu, Ade melihat sangatlah wajar Malaysia bisa membarter tujuh nelayannya yang ditangkap oleh Indonesia dengan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Malaysia lebih kaya daripada kita, apalagi persenjataannya lebih lengkap wajar saja kalau belagu dan menganggap Indonesia sebelah mata," terang Ade. Sebelumnya diberitakan, tiga petugas pengawas perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ditahan Polisi Malaysia saat sedang mengamankan kapal nelayan Malaysia yang mencuri ikan di Perairan Bintan, Jumat (13/8) malam. Ketiganya dibebaskan pemerintah Malaysia setelah sebelumnya pemerintah Indonesia membebaskan nelayan Malaysia. [mah]

Jaga Kedaulatan, Kapal Korvet Segera Beroperasi


Jum'at, 20 Agustus 2010 21:31 WIB
TEMPO Interaktif, Palu - TNI Angkatan Laut tengah menyiapkan kapal Korvet Kelas Sigma (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) V. Kapal yang dibuat bekerja sama dengan PT PAL ini akan dioperasikan untuk memperkuat sistem pertahanan matra laut. “Saat ini dalam proses penyelesaian, Insya Allah dalam waktu dekat ini sudah dioperasikan,” kata Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso kepada wartawan di Palu, Sulawesi Tengah seusai buka puasa bersama dengan jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan petinggi TNI setempat.

Menurut Djoko, Korvet Sigma berteknologi terkini, kapal ini dapat menjadi jembatan transformasi dan standardisasi teknologi kapal-kapal kombatan TNI AL. Sehingga akan terjadi efisiensi dalam pengadaan, pemeliharaan dan perawatan alat utama sistem senjata TNI AL, termasuk pada aspek logistik, pendidikan, dan pelatihan personel pengawaknya. Djoko mengatakan, percepatan proyek kapal Korvet ini akibat tingginya kasus insiden antara aparat keamanan Indonesia dan petugas perairan negara lain seperti Malaysia, yang terjadi diatas perbatasan atau di wilayah perairan Indonesia.

Soal kasus ketegangan Malaysia dan Indonesia di Selat Malaka belakangan ini, Djoko menyatakan sudah ada kesepahaman antara Indonesia, Singapura dan Malaysia bahwa bila ada sengketa yang terjadi di selat itu diselesaikan dengan jalan dialog. “Kapal ini bukan untuk persiapan perang,”katanya. Djoko berharap dengan bertambahnya armada penjaga perbatasan khususnya di kawasan perairan, akan menambah semangat anggotanya dalam menjalankan tugas dan menjadi penjaga wilayah Indonesia saat negara lain mencoba menganggu wilayah kedaulatan Indonesia.

Pembunuh Anggota TNI Dituntut 12 Tahun Bui


Rabu, 18 Agustus 2010 - 14:39 wib
Rohmat - Okezone
DENPASAR - Made Yasa Negara (32) alias Lengkong terdakwa pembunuh Pratu Agus Pramono, anggota TNI AU, dituntut 12 tahun penjara di Pengadilan Negeri Denpasar.

"Menyatakan terdakwa terbukti beesalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja merampas nyawa orang lain sebagaimana diatur dalam pasal 338 KUHP dalam dakwaan primer," urai Jaksa Eddy Artha Wijaya, Rabu (18/08/2010). Berdasar fakta-fakta yang terungkap di persidangan baik dari keterangan saksi, surat keterangan, saksi ahli dan keterangan terdakwa, jaksa menemukan petunjuk kuat adanya tindak pembunuhan terhadap korban.

"Karena itu terdakwa harus dinyatakan mampu bertanggungjawab atas perbuatan atas kesalahannya dan terdakwa harus dijatuhi hukuman setimpal," tegas Eddy.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dewa Made Wenten mendapat perhatian penuh dari rekan rekan terdakwa yang berpakaian serba hitam dan memadati ruangan sidang. Mendengar tuntutan itu, terdakwa akan menyampaikan pembelaan (pledoi) pada Rabu 28 Agustus mendatang.

Kasus yang menewaskan anggota TNI itu seperti diuraikan para saksi, terjadi pada tanggal 23 Maret 2010 sekitar pukul 04.00 Wita di Diskotek New Star di Jalan Gunung Soputan 16 B, Denpasar.

Kisah tragis yang menewaskan Pratu Agus bermula saat ia bersama rekan rekannya dugem di Diskotek tersebut. Saksi Ahmad dan rekan lainnya memilih duduk sembari minum sedang korban anggota Batalion 465 Paskhas Lanud Abdul Rahman Saleh Malang asyik melantai di hall mengikuti dentuman house music.

Diduga karena salah paham akhirnya terdakwa menghampiri korban lalu menusuk perutnya dengan sebilah pisau. Korban yang terkapar bersimbah darah akhirnya tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

Siap!!! Anggaran Pertahanan Naik 50 Persen

Tribunnews.com - Sabtu, 21 Agustus 2010 01:53 WIB
APBN 2011
1.Kementerian PU = Rp 56,5 triliun
2.Kemendiknas = Rp 50,3 triliun
3.Kemenhan = Rp 45,2 triliun
4.Kementerian Agama = Rp31 triliun
5.Polri = Rp 28,3 triliun
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Dalam APBN 2011, anggaran untuk Kementerian Pertahanan naik 50% dari Rp 30 triliun menjadi Rp 45,2 triliun. Anggaran itu dalam rangka peningkatan kesejahteraan prajurit, pembenahan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) dan pemenuhan standar. Presiden SBY ketika memaparkan di depan DPR dan DPD RI beberapa waktu lalu menjelaskan, anggaran Rp 45,2 triliun juga untuk memenuhi (Alutsista) dan pemenuhan standar "minimum essential force" (MEF)," kata Presiden.

Hal ini dinyatakannya pada saat membawakan keterangan atas Rancangan Undang Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Nota Keuangan Tahun 2011 di depan Sidang Paripurna DPR RI. Presiden Yudhoyono mengakui, jumlah tersebut masih jauh dari harapan dalam rangka meningkatkan kinerja lembaga tersebut, juga pembenahan alutsista serta kesejahteraan prajurit secara optimal.

"Dapat saya kemukakan, bahwa, penyusunan anggaran tersebut, berdasarkan prioritas Rencana Kegiatan Pemerintah (RKP) 2011 dengan mempertimbangkan tugas pokok dan fungsi Kementerian Negara dan Lembaga dalam RAPBN 2011. Itulah sebabnya, terdapat beberapa Kementerian Negara dan Lembaga yang mendapat alokasi anggaran cukup besar," ujar Presiden Yudhoyono.

Khusus untuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perhubungan, anggaran ditujukan bagi upaya pembangunan infrastruktur berkualitas yaitu jalan, jembatan, "fly over", "under pass", juga pengadaan bandara baru serta jalur-jalur kereta api baru.

Sedangkan untuk bidang pendidikan nasional dan agama, difokuskan pada akses pemerataan pendidikan formal maupun nonformal. Sementara itu, untuk pertahanan dan keamanan, salah satu yang terpenting, ialah, pembenahan soal MEF tadi, juga mengatasi berbagai gangguan ketertiban serta konflik.

Walau sudah naik, tapi Theo L Sambuaga menilai, anggaran pertahanan negara idealnya Rp 100-130 triliun. "Hal itu sudah diusulkan sejak kami masih menjabat sebagai ketua komisi, ketika anggaran untuk Departemen Pertahanan saat itu baru mencapai angka Rp30 triliun," kata mantan Ketua Komisi I DPR RI, Theo L Sambuaga, dikutip laman kemenhan.

"Apalagi kini banyak konflik di perbatasan, juga ancaman kejahatan lintas negara, seperti terorisme internasional, perdagangan manusia, penambangan liar dan pembalakan liar serta pengamanan aset-aset nasional di berbagai pelosok, hingga di pulau-pulau terdepan," kata Theo L Sambuaga

Polisi dan Tentara Bekuk Pemkot


JUMAT, 20 AGUSTUS 2010 08:54 WIB
KESEBELASAN gabungan TNI/Polri berhasil membekuk Pemkot Kupang 3-0 dalam lanjutan turnamen sepakbola antar-instansi, Anggur Merah Cup 2010 di Stadion Oepoi, Kupang, Kamis (19/8/2010). Tiga gol kemenangan TNI/Polri diborong Johni Makandolu. Babak pertama pertandingan kedua tim yang dipandu wasit Herman Willa dibantu Stefanus Bria dan Yaya Huru berlangsung menarik. Mengandalkan Anton Kia, Ari Wijana, Hidayat, Thomas Dagang, Dinus Mere dan lainnya, Pemkot dipaksa bekerja keras menghadapi kekompakan TNI/Polri. Serangan TNI/Polri yang dimotori Anis dan Johni membuat pertahanan Pemkot kewalahan. Beruntung Dion Fernandez cukup tangguh di bawah mistar gawangnya.

Keasyikan menyerang, TNI/Polri kecolongan. Sebuah tendangan bola mati yang dilepas Anton Kia berhasil merobek gawang Pemkot. TNI/Polri berusaha bangkit namun mereka kesulitan untuk mencetak gol akibat ketatnya pertahanan Pemkot. Kerja keras itu baru membuahkan hasil menjelang turun minum, saat bola rebound akibat tidak akuratnya tangkapan Dion dimaksimalkan menjadi gol oleh Johni.

TNI/Polri langsung menekan di babak kedua. Namun mereka sempat melakukan protes ke meja pengawas pertandingan setelah melihat tim Pemkot memasukkan pemain dengan usia di bawah 25 tahun. Pasalnya, sesuai ketentuan yang dikeluarkan panitia peserta turnamen ini 60 persen berusia di atas 40 tahun dan 40 persen berusia di atas 30 tahun.

Meski demikian, pertandingan tetap dilanjutkan. Melakukan sejumlah pergantian, TNI/Polri membuat kubu Pemkot yang baru memasukkan Kristo Naisajao, Yos Rera Beka dan Adi Dami kewalahan. Dan, Johni menjadi bintang pertandingan setelah dua gol indahnya membuat Dion Fernandez tak berkutik di bawah mistar gawangnya.

Kamis, 19 Agustus 2010

STAND TNI PADA PAMERAN PEMBANGUNAN TAHUN 2010

Penerangan Kodam IX/Udayana.
Editing kapten Daroji
20 Agustus 2010

Pameran pembangunan dalam rangka HUT RI yang ke-65 dan dalam rangka hari jadi Provinsi Bali yang ke-52 yang berlangsung di Art Center Denpasar dibuka pada tanggal 14 Agustus dan akan ditutup pada tanggal 23 Agustus 2010.Partisipasi dari TNI dalam pameran pembangunan dapat dikunjungi dan dilihat langsung di stand TNI.
Dari pantauan petugas Penerangan Kodam IX/Udayana, menjelaskan bahwa Pameran pembangunan merupakan media yang sangat ampuh untuk menyampaikan dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, disamping itu pameran pembangunan juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana hiburan dan pendidikan.
TNI sebagai bagian dari lembaga pemerintah yang ada di provinsi bali berkewajiban untuk ikut serta mengisi stand pameran pembangunan provinsi Bali tahun 2010 dengan maksud untuk menyampaikan informasi secara visual kepada masyarakat sehingga mereka dapat mengerti bahkan memahami tentang peran dan tugas serta partisipasi TNI dalam bidang pembangunan khususnya di provinsi Bali.
Materi-materi yang dipamerkan Stand TNI yang terdiri dari gabungan TNI-AD,TNI-AL dan TNI-AU. Dari TNI-AD Hubdam IX/Udayana mememerkan : Alkiom (Rdo AM Racal PRM 4021, Rdo FRC 1077, Rdo HT Motorola GP 5150T, Rdo HT Motorola GP 328, Radio Rig 338, Rdo AM KC-101F, pesawat telepon Metal, Baterey BA 30 UM I,II,III, Solar Cel, Accu. Paldam IX/Udayana memamerkan : Senjata (M 16 A1, SSI V1, V2, V3, SS1 V-5R, SS2 V1, Pistol isyarat, Pistol P2 Pindad, Pistol Sig Sauver P-226, AK 47, SMS M60, S.O. Minimi, SPR G3 SG1, Mortir 60 mm Comando, Musus, Mulf dan Ran unit Service.
Kesatuan Bekangdam IX/Udayana dengan materi : Bekal 1 makanan (kompor lapangan perorangan, bahan bakar padat, Ransum tempur T-2 ABC, Ransum tempur FD-3, Ransum tempur TB-1), bekal 2 Kaporlap (tutup kepala, tutup badan, tutup kaki, Kapsatlap. Kesdam IX/Udayana menampilkan : WBGT (Web Blub Globe Temperatur) alat pengukur panas, pamlet tentang persyaratan calon anggota TNI.
Ajendam IX/Udayana memamerkan Werving calon prajurit TNI AD, kalender kegiatan, penyiapan brosur dan poster prajurit TNI. Topdam IX/Udayana : GPS Garmin (navigasi) peta topografi, peta 3 dimensi, diagram prosedur permintaan peta topografi, diagram prosedur pembuatan/revisi peta topografi.
Kesatuan Jasdam IX/Udayana foto kegiatan seleksi kesemaptaan jasmani TNI AD, alat mountaineering (kerekan/full lay, tali statis, cara biner, pisau lempar, kapak lempar, tougle roupe, mantle roupe, tali tubuh, descender, ascender, tangga tali, paku, tebing, sarung tangan, full body harnes, hammer, pam sisip).
Pendam IX/Udayana Pemutaran dokumentasi tragedi Aceh, produk strategi Dephan, profil TNI-AD, , gelar sidang disiplin, sosialisasi Taruna Akmil 2006, sosialisasi penerimaan calon prajurit TNI-AD, kegiatan gelar komunikasi tim lomba Hubdam Jaya, Yonif 743 Satgaspur-1/Pidie, kejuaraan karate piala Pangdam IX/Udayana, HUT ke-51 Kodam IX/ Udayana, kegiatan TMMD ke-80 Manunggal Membangun Desa TA.2008, latihan gabungan Prajaraksa 1 dan pemutaran film Nagabonar, janur kuning dan Cut Nyak Dien.
Infolahtadam IX/Udayana : Penyiapan barko, gelar internet, aplikasi program fungsi Infolahta. Bintaldam IX/Udayana: Sejarah Kodam IX/Udayana dan peta gerakan perjuangan pahlawan I Gusti Ngurah Rai, album perjuangan TNI-AD periode 1945-1950, buku sejarah perang Nusantara jilid 1 s.d 5. Zipur-9 Dam IX/Udayana dipamerkan : Robot evakuasi, scan trak, sabre 2000. Kikavserdam IX/Udayana dengan 1 unit panser Saracen. Denpom-3 IX/Bali mempertontonkan: 2 unit sepeda motor pengawal.
Dari TNI-AL/ Lanal Benoa memamerkan materi Pameran foto Latgab termasuk pemutaran film, maket kapal-kapal KRI dan pemasangan bendera sandi/morse kapal-kapal perang dinding stand.TNI-AU/Lanud Ngurah Rai juga memamerkan Miniatur pesawat, seragam penerbang, VCD Kedirgantaraan dan majalah.


Rabu, 18 Agustus 2010

KASDAM IX/UDAYANA HADIRI SIMAKRAMA PECALANG SE-BALI

Penerangan Kodam IX/Udayana
Kasdam IX/Udayana menghadri acara Simakrama Pecalang Se-Bali yang diselenggarakan oleh Bali Post di Wantilan Sri Kesari Warmadewa, Besakih, Senin (16/8). Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Kapolres Karangasem Heny Harsono , para Pemangku dan Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha.
Dalam acara tersebut, Kasdam IX/Udayana yang mewakili Pangdam IX/Udayana mengatakan dalam amanatnya bahwa teroris menjadi ancaman keamanan global, termasuk Indonesia. Dalam menjaga keamanan, sejarah menunjukkan bahwa penjagaan keamanan dengan sistem rakyat semesta terbukti paling ampuh melawan setiap gangguan terhadap negara dan masyarakat. Dengan demikian, keberadaan pecalang sangat penting dalam menjaga keamanan dengan deteksi dini di Desa Pekraman dengan bekerjasama yang baik bersama aparat keamanan.
Dalam acara yang diselenggarakan Bali Post sekaligus menyongsong Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-65 merupakan momen yang tepat untuk mencari format dan merevitalisasi keamanan yang dirasa perlu dengan mempertahankan adat dan budaya mengingat kondisi Bali yang semakin majemuk dan kompleks dengan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Namun, tetap dalam mencari format tersebut masih merujuk kepada menjaga dan memelihara nlai-nlai kesatuan.

Rabu, 11 Agustus 2010

BUKA PUASA BERSAMA DENGAN PANGDAM IX/UDAYANA

Penerangan Kodam IX/Udayana
12 Agustus 2010
Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Rachmad Budiyanto memimpin acara buka puasa bersama dengan Kasdam Brigjen TNI Endar Priyanto,Irdam,Asrendam, para Assisten Kasdam,para Kabalak beserta Isteri, para Pabandya dan Pabanda Kodam IX/Udayana, bertempat di rumah kediaman Pangdam IX/Udayana, Denpasar, Rabu (11/8).
Dalam sambutannya Pangdam IX/Udayana mengatakan bahwa Buka puasa bersama yang kita laksanakan memiliki makna yang sangat luas yaitu selain untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT sekaligus dapat dijadikan sebagai sarana menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara kita. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan seperti inilah yang merupakan modal utama untuk mewujudkan kekompakan atau soliditas.
Mayjen TNI Rachmad Budiyanto juga menyampaikan tentang makna puasa di bulan suci Ramadhan. Ramadhan merupakan bulan penuh hikmah yang kehadirannya harus kita sambut dengan penuh kegembiraan hati, karena di bulan suci ini seluruh umat Islam menjalankan ibadah puasa.
Puasa Ramadhan sebagai Rukun Islam bukan hanya merupakan kegiatan yang bersifat ritual saja, tetapi juga mengandung banyak hikmah dan nilai yang sangat luhur, baik ditinjau dari segi aqidah Islamiah, segi syari’ah, segi kejiwaan (psikologi) serta segi jasmaniah (fisiologi) maupun segi kemasyarakatan (sosiologi).
Menyikapi puasa bulan Ramadhan yang penuh hikmah tersebut, Pangdam IX/Udayana berharap agar melaksanakan ibadah puasa dengan penuh kesungguhan hati sehingga dapat meningkatkan kualitas keimanan dan membentuk karakter lebih sabar, kasih sayang, pemurah, ikhlas, disiplin, peduli pada sesama serta terhindar dari sifat tamak dan rakus.
Ceramah menjelang buka puasa disampaikan oleh Drs H. Muslim Absoni ,Setelah buka puasa bersama dilanjutkan dengan sholat olat Magrib ,sholat Isya’,dan sholat Tarawih yang di Imammi oleh Mayor Inf H.Maspilu Sag.

Senin, 09 Agustus 2010

Serah Terima Kapendam IX/Udayana


Penerangan Kodam IX/Udayana


Jabatan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana yang selama ini dipegang Letkol Caj. Drs. I.B. Gaga Ardhana, M.Si., Senin (9/8) kemarin berakhir. Posisi tersebut kini dijabat Letkol Arm. I Kadek Arya Atmawijaya, S.Ip. Serah terima jabatan Kapendam dilakukan di lobi Makodam IX/Udayana yang dipimpin langsung Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Rachmat Budiyanto.

Bersamaan dengan serah terima Kapendam, juga dilakukan pergantian posisi Kabintaldam dan Kasandidam. Kabintaldam yang sebelumnya dijabat Letkol Caj. I Wayan Santa, S.Ag. kini dipercayakan kepada Letkol Caj. IDK Budiana, M.Fil.H. Sedangkan posisi Kasandidam kini dipegang oleh Letkol Inf. Hermon, S.Ip.

Pangdam Udayana Rachmat Budiyanto mengharapkan, pergantian ini dapat meningkatkan kualitas pembinaan di jajaran Kodam IX/Udayana secara khusus dan TNI secara umum. Selain itu, mutasi ini juga diharapkan dapat menciptakan kondisi pembaruan serta semangat penyegaran dan pemikiran baru melalui kemampuan dan kreativitas dalam menjalankan roda organisasi di satuan kerja masing-masing.

Pangdam berharap pejabat yang baru dapat membangun dan menguatkan mental kepribadian serta jati diri prajurit agar memiliki keunggulan mental rohani, rasa nasionalisme yang tinggi dan memiliki jiwa juang yang tangguh. Pangdam menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada I.B. Gaga Ardhana dan Wayan Santa atas pengabdiannya selama ini. (kmb12)

Minggu, 01 Agustus 2010

Jasa Raharja Bali Serahkan Santunan di Kodam IX/Udayana

Denpasar- Bali Post

Bertempat di Kodam IX/Udayana berlangsung penyerahan santunan Jasa Raharja korban kecelakaan lalu lintas jalan, anggota TNI meninggal dunia atas nama Kopda Hamzah Jaman Huri (32) dan putranya, Vidi Aktaviano (9 bulan) sebesar Rp 50 juta. Santunan diserahkan langsung oleh Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Rachmat Budiyanto kepada istri almarhum, Suharti (27), bertempat di Kodam IX/Udayana, Jumat (30/7) lalu.

Kecelakaan maut itu terjadi Sabtu, 17 Juli 2010 pukul 13.00 wita di jalan jurusan Singaraja-Denpasar km 43.03, tepatnya di Dusun Baturiti Kaja, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Korban Kopda TNI Hamzah Jaman Huri (32) dari kesatuan Denma Kodam IX/Udayana mengendarai sepeda motor Vario nopol P 4226 RW, membonceng istri dan putranya. Sesampainya di TKP bertabrakan dengan mobil Daihatsu Xenia nopol DK 1238 FD, yang dikemudikan AA. Ngurah Adi Gunadi.

Akibat kejadian tersebut, korban (Kopda TNI Hamzah Jaman Huri ) dan putranya, Vidi Oktaviano (9 bulan) meninggal dunia, sedangkan istri korban mengalami luka-luka. Korban berhak atas santunan Jasa Raharja sesuai UU 34/1964 jo PP No. 18 tahun 1965.

Rombongan yang berjumlah enam orang terdiri atas Kepala Jasa Raharja Bali Djoko Sutomo, Kabag Pelayanan Klaim Thomas Roostriantoro, Kabag Adm, Jufrizal. Kabag Tehnik Gatot Nursalim dan Surveyor Muda TK II WG Susila, serta Kasub Humas dan Hukum Bahrudin, diterima Pangdam IX/Udayana. Pada kesempatan tersebut Djoko Sutomo atas nama PT Jasa Raharja(Persero) Cabang Bali menyampaikan duka cita yang mendalam, semoga almarhum diterima di sisi-Nya, dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. “Musibah ini adalah kehendak Yang Maha Kuasa,” tambahnya Djoko.

Lebih lanjut Kepala Jasa Raharja Bali menjelaskan santunan ini jangan diartikan sebagai pengganti nyawa korban, tetapi santunan yang diberikan pemerintah melalui Jasa Raharja ini adalah semata-mata untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Sebelumnya Kepala Jasa Raharja Bali Djoko sutomo, menyempatkan untuk mensosialisasikan Jasa Raharja. Acara tersebut dihadiri Panglima Kodam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Rachmat Budiyanto. Dalam kesempatan tersebut, selain menyerahkan santunan, juga dimanfaatkan oleh kepala Jasa Raharja Bali Djoko Sutomo untuk silaturahmi dangan Pangdam IX/Udayana.

Panglima TNI Resmikan Patung Sudirman di Pulau Ndana

Senin, 02 Agustus 2010 04:25 WIB

KUPANG--MI: Bupati Rote Ndao, NTT, Lens Haning mengatakan, peresmian Patung Sudirman merupakan bukti penguatan terhadap Pulau Ndana sebagai salah satu pulau terluar di bagian selatan Indonesia. "Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Rote Ndao, saya mengucapkan terima kasih kepadan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas kesediaannya melalui Panglima TNI Jenderal Joko Santoso, meresmikan patung Jenderal Besar Sudirman di Pulau Ndana, Minggu (1/8)," katanya ketikan dihubungi dari Kupang, Minggu (1/8) malam.

Menurut dia, peresmian patung itu oleh Panglima TNI Jenderal Joko Santoso, katanya, mengakhiri teka-teki akan keberadaan pulau tersebut sebagai salah satu pulau terluar di selatan Indonesia. Karena itu, dia mengimbau seluruh masyarakat setempat untuk memanfaatkan monumen itu sebagai salah satu objek wisata budaya, sekaligus langkah awal untuk menata dan memelihara pulau-pulau terluar lainnya dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Masyarakat Rote Ndao sudah lama menantikan pembangunan monumen titik selatan itu dan hari ini sudah menemukan jawaban atas penantian panjang itu dengan peresmian tersebut, sehingga kita perlu memanfaatanya ke depan sebagai bukti kecintaan akan wilayah kesatuan ini," katanya. Ia mengatakan pada 2007, pemerintah melalui satuan kerja Pengembangan Prasarana dan Sarana (P2S) Kawasan Perbatasan NTT, Subdin Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Nusa Tenggara Timur mengalokasikan anggaran sekitar Rp600 juta lebih untuk pembangunan barak permanen, kantor dan fasilitas kemiliteran pendukung di Pulau Ndana.

Pembangunan fasilitas dan konstruksi kemiliteran di pulau ini tergolong mendesak, karena sudah dua tahun prajurit TNI yang ditugaskan mengamankan pulau terluar itu dari kemungkinan pencaplokan oleh warga asing. Pulau Ndana merupakan satu dari lima pulau terluar dalam wilayah NTT.Empat pulau lainnya yakni Pulau Batek di Kabupaten Kupang, Menggudu dan Salura di Sumba Timur dan Pulau Dana, merupakan bagian dan gugusan Pulau Sabu. Lima pulau terluar itu merupakan bagian dari 92 pulau terluar yang dimiliki Indonesia dan telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 tahun 2002 tentang Titik-Titik Dasar Garis Pangkal Kepulauan RI (Pulau di Indonesia).

Atas dasar ini, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao saat itu mengusulkan tiga nama pahlawan untuk penamaan monumen itu nantinya, yakni Prof Dr dr WZ Johanes, Panglima Besar Jenderal Soedirman, dan Pancasila Sakti. Dari ketiganya, TNI telah memilih nama Jenderal Soedirman.
Ia mengatakan peresmian patung Jenderal Besar Sudirman di Pulau Ndana Nusa Tenggara Timur itu, merupakan yang kedua dalam masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudyono. Sebelumnya Patung perunggu Sudirman setinggi delapan meter di Pacitan Jawa Timur dan diresmikan langsung oleh Presiden SBY pada Desember 2008.