Rabu, 30 November 2016

Bumi Flobamora Cerminan Nusantara Bersatu

Pendam IX/Udayana
Rabu, 30 Nopember 2016

Cerminan semangat persatuan dan kesatuan, toleransi dan keanekaragaman terlihat jelas pada pelaksanaan  Apel Kesiagaan dan Doa Bersama dengan Tema "Nusantara Bersatu, IndonesiaKu IndonesiaMu, Indonesia Kita Bersama, Bhinneka Tunggal Ika" yang dihadiri oleh Gubernur NTT Drs Frans Lebu Raya,  Ketua DPRD Provinsi NTT Anwar Pua Geno,  Anggota Wantimpres RI sekaligus mantan Ketua PB. NU KH. Hasyim Musadi, Kapolda NTT Brigjen Pol E. Widio,  Danrem 161/WS Brigjen TNI Heri Wiranto, S.E.,M.M,, Danlantamal VII/Kupang Brigjen Mar Dedi Suhendar,  Danlanud Eltari Kupang Kolonel Pnb Jorry S. Koloay, Kabinda NTT Drs. Daeng Rosada, Kajati NTT Dr. Sunarta, S.H.,M.H., Kepala BI NTT Tigor Sinaga dan seluruh pimpinan SKPD Provinsi NTT, Ketua MUI Provinsi NTT, Uskup Agung Kupang, Ketua Sinode GMIT NTT, Ketua Parisada Hindu Dharma Provinsi NTT, Toga, Tomas dan Todat Serta diikuti 15.000 orang diantaranya anggota TNI/Polri, PNS, Satpol PP, seluruh Mahasiswa, Siswa-Siswi SD, SMP, SMA, Ormas Keagamaan, Ormas Pemuda dan elemen masyarakat se-Kota Kupang.

Kegiatan Nusantara Bersatu dimaksudkan dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme, persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI. Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 07.30 Wita dengan diawali menyanyikan lagu-lagu perjuangan diiringi Korsik Gabungan Ajenrem 161/Wira Sakti dan Korsik Lantamal VII Kupang.  Pada acara pokok seluruh hadirin pada acara Nusantara Bersatu  menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang  dilanjutkan, tampilan spontanitas seorang anak sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Kupang bernama Vetor Bijak Pilar Anakay yang mengungkapkan isi hati tentang rasa kebangsaan yang Berbhinneka Tunggal Ika. Tampilan anak yang duduk dibangku sekolah Kelas VII SMP Negeri 2 Kupang mampu membuat hadirin terharu dengan orasi singkat yang dia sampaikan, terlebih mampu membuat Gubernur NTT dan beberapa undangan meneteskan air mata menyimak untaian kata dan kalimat yang disampaikan yang sangat bermakna untuk menggugah rasa kebangsaan kita sebagai orang Indonesia.

Setelahnya acara dilanjutkan dengan penyampaian orasi kebangsaan oleh beberapa tokoh masyarakat, antara lain, orasi kebangsaan yang disampaikan oleh Ketua Majelis Sinode GMIT Pendeta DR. Mery Kolimon yang intinya bahwa kita semua berkumpul dalam acara ini karena Indonesia adalah rumah kita bersama dan NTT adalah milik kita bersama, adanya sikap intoleran di ruang publik, memberi kita semua tanda awas sehingga Bangsa Indonesia harus dapat berbenah. Dengan kegiatan ini kita harus dapat mengingat kembali visi dan misi pemuda yaitu Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa karena pada dasarnya Bhinneka Tunggal Ika adalah segala bentuk keragaman yang dapat bersatu karena perbedaan yang ada bukanlah penghalang untuk persatuan dan kesatuan Indonesia. Indonesia memberikan sebuah fakta kemajemukan karena dari berbagai paduan dari segala bentuk keragaman perbedaan yang utuh sepakat dapat menyatu sebagai Bangsa Indonesia. Kebebasan beribadah adalah hal yang mendasar sehingga mari kita berdiri bersama untuk melindungi Bangsa Indonesia dengan berpedoman pada Pancasila dan UUD 45 dan hentikan aksi massa yang memakai agama apapun untuk dapat memecah bangsa.

Orasi kebangsaan kedua  disampaikan oleh Ketua DPRD Provinsi NTT, Anwar Pua Geno yang menyampaikan kegiatan Nusantara Bersatu pada Tanggal 30 November 2016 ini masih dalam suasana dan semangat Hari Pahlawan yang beberapa waktu kita rayakan bersama. Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dan dari Mianggas sampai Pulau Rote dalam mencapai kemerdekaan penuh dengan pengorbanan darah dan air mata para pahlawan memiliki keberagaman dalam suku, adat, budaya dan agama yang memiliki tekad dan semangat satu untuk merdeka. Kita memiliki Pancasila sebagai pemersatu bangsa dalam semangat NKRI. Menurutnya sepanjang kemerdekaan tantangan disintegrasi bangsa terus mengincar kita oleh adanya gerakan dari ekstrem kanan dan ekstrem kiri, tetapi syukurnya kita masih bersatu padu untuk mempertahankan dan menjaga keutuhan negara ini.

Terkhusus kepada Provinsi NTT dia mengajak untuk menjadikan Bumi Flobamora sebagai Nusa Terindah dan Nusa Teladan bagi toleransi kehidupan beragama sehingga persatuan dan kesatuan serta semangat kebangsaan tetap terjaga. Ketua DPRD Provinsi NTT ini juga mengingatkan kita kembali tentang sumpah kita, padamu negeri kami berjanji, padamu negeri kami berbhakti dan bagimu negeri kami mengabdi, ungkapnya. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI K.H. Hasyim Musadi yang merupakan tokoh nasional dan mantan Ketua PB. NU mendapatkan orasi pada giliran ketiga yang intinya menyampaikan bahwa kehadirannya dalam kegiatan ini dalam rangka meneguhkan kembali untuk Nusantara bersatu karena kita harus sadar bahwa kemerdekaan dibangun oleh para pahlawan dari berbagai agama.

Indonesia dapat dipecah melalui politik dan ekonomi akan tetapi itu semua selalu memerlukan waktu sehingga banyak pihak yang ingin memecahkan Indonesia melalui konflik agama, oleh karena itu kewaspadaan kita tidak boleh berhenti sekalipun ada demo-demo yang terjadi karena itu semua bukan akhir dari perjuangan bangsa Indonesia. Agama tidak boleh dijadikan masalah di Indonesia, para tokoh agama harus dapat meletakkan agama sebagai agama. Agama sebagai pegangan hidup dan tidak boleh menjadikan agama sebagai alat untuk memecah belah karena agama harus peka dan dapat dimengerti sehingga tidak melukai agama apapun dan diharapkan kepada kita semua harus dapat saling menghormati dan membawa Indonesia bukan ke kiri maupun ke kanan melainkan ke tengah sesuai dengan Pancasila.

Tokoh keempat yang melakukan orasi kebangsaan disampaikan oleh Gubernur NTT yang intinya mengatakan NTT merupakan bagian yang tidak terpisahkan sebagai bagian dari Negara Indonesia dan NTT juga terlibat dalam memerdekaan Bangsa Indonesia karena para pahlawan lahir berasal dari Sabang sampai Merauke sehingga kelompok apapun tidak boleh mengklaim bahwa dirinya sendiri yang telah memerdekakan bangsa Indonesia. Pancasila merupakan Ideologi Negara Indonesia oleh karena itu dengan sejarah kemerdekaan Indonesia gotong royong merupakan budaya bangsa ini karena dengan gotong royong kita saling menerima, saling menghormati dan saling bergandengan tangan untuk menbangun kehidupan yang lebih baik. Kita harus dapat menjaga ideologi Pancasila karena tidak bisa kita pungkiri bahwa Ende-Flores membuktikan sejarah Bangsa Indonesia, para pejuang berkorban demi kemerdekaan untuk generasi penerus akan tetapi tantangan dan ancaman harus dapat kita hadapi untuk tetap menjaga keutuhkan NKRI.

Jangan mengaku mayoritas apabila tidak dapat mengayomi dan melindungi minoritas karena pada dasarnya kita harus tetap saling menghormati dan saling menghargai satu sama lainnya. Dengan adanya keanekaragaaman dan penghargaan kerukunan yang disandang Provinsi NTT, kita semua harus dapat menjaganya.
Pada kesempatan ini juga ada seruan dari pimpinan umat beragama di Provinsi  NTT yang intinya umat beragama dan seluruh elemen masy NTT bertekad memperkokoh kerukunan yang terawat dan terjaga baik selama ini dan jangan ciderai kerukunan antar kita dengan alasan apapun.

Semua pihak diminta untuk menjaga suasana batin dan membangun sikap saling percaya, saling menghargai, saling melindungi dalam bingkai NKRI. Umat beragama NTT mendorong para pemimpin bangsa dan masyarakat di tingkat nasional dan daerah untuk menghindari pemaksaan kehendak yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Umat beragama NTT tetap bergandengan tangan mewujudkan tekad bersama menuju Indonesia yang aman, rukun, damai, adil dan sejahtera. Umat beragama NTT sebagai bagian utuh NKRI menolak berbagai sikap dan tindakan intoleran yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang selama ini kita jaga bersama.

Setelah selesai pembacaan seruan dari pimpinan umat beragama di Provinsi NTT dilanjutkan penandatangan seruan tersebut termasuk oleh Gubernur NTT dan doa bersama. Kegiatan semakin bersemarak dengan adanya penampilan Tarian Kolosal Gemu Famire yang ditarikan oleh seluruh peserta Apel Nusantara Bersatu. Sebagai catatan kita semua bahwa kegiatan Apel Kesiagaan dan Doa Bersama dengan Tema "Nusantara Bersatu Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama, Bhinneka Tunggal Ika" yang dikoordinir oleh Korem 161/WS bekerja sama dengan Pemprov NTT dan seluruh komponen masyarakat merupakan salah satu bentuk kegiatan  untuk menyatukan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat NTT untuk dapat bersatu dalam menyikapi situasi dan kondisi nasional saat ini sehingga tidak mudah terpecah belah maupun terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia damai. (Korem 161/WS)

BALI GELAR DOA BERSAMA LINTAS AGAMA, NUSANTARA BERSATU (Kukuhkan Kebhinnekaan, Tegakkan NKRI)


Pendam IX/Udayama
Rabu, 30 Nopember 2016

Ratusan pejabat yang berdinas di Pulau Dewata dan ribuan masyarakat terdiri dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Swasta, Tokoh Agama, Masyarakat, Adat, Organisasi Kemasyarakatan, pelajar SLTA, Mahasiswa, Akademisi, Musisi dan Paguyuban Masyarakat Perantau yang ada di Bali dan sejumlah undangan lainnya menggelar Doa Bersama Lintas Agama, Nusantara Bersatu,  pada, Rabu (30/11) di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon Denpasar.

Acara ini digelar dengan tajuk IndonesiaKU, IndonesiaMU, Indonesia Kita Bersama, dalam rangka untuk mempererat dan merekatkan jalinan silaturahmi seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan, kesatuan dan keamanan bangsa demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Disamping itu Kegiatan Nusantara Bersatu dilaksanakan untuk mewujudkan Bhineka Tunggal Ika yang utuh, damai, dan aman serta sekaligus sebagai salah satu langkah untuk meredam masyarakat Bali, agar tidak mudah terprovokasi dan terpengaruh oleh kelompok-kelompok  radikalisme yang secara sengaja ingin mengusik ketentraman masyarakat dan merongrong kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonsia dengan memaksakan kehendak demi kepentingan pribadi maupun kelompoknya, masyarakat Bali harus selalu waspada dan cerdas dalam menyikapi setiap isu-isu yang menyesatkan dan mengancam keutuhan Persatuan dan Kesatuan anak bangsa ini.

Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Wajib Nasional antara lain, Garuda Pancasila, Indonesia Pusaka, Berkibarlah Benderaku, kemudian disusul orasi tentang Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika yang berturut-turut disampaikan oleh, Tokoh Pemuda Ketua Purna Paskibraka, Ketua FKUB Provinsi Bali dan Gubernur Bali, yang pada intinya menyampaikan tentang persatuan dan kesatuan dalam menjaga tetap tegaknya Negara Kesatua Republik Indonesia. (NKRI) selanjutnya, persembahan Lagu Satu Nusa Satu Bangsa dan Padamu Negri dilanjutkan dengan  Pembancaan Puisi dari SMA Negeri I Gianyar (Ni Komang Diah Restu Swari), kemudian Doa Bersama yang dipimpin oleh Tokoh Agama masing-masing secara bergiliran dan ditutup dengan tari kolosal Bhinneka Tunggal IKa serta acara tambahan komvoi Alutsista TNI yang ditumpangi oleh para peserta acara Doa Bersama Nusantara Bersatu.

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Gubernur Bali beserta pejabat FKPD Provinsi Bali, Pangdam IX/Udayana beserta pejabat teras Kodam IX/Udayana, Kapolda Bali beserta pejabat jajarannya, Kajati Bali, Kalanti Bali, Ketua FKUB Bali, Tokoh Agama, Masyarakat, Adat, Pemuda dan sejumlah undangan lainnya. Demikian acara dapat berjalan dengan tertib dan lancar.  (Pendam IX/Udayana)





Kasdim 1615 Lotim Beri Wawasan Kebangsaan Pada Pelatihan Kewirausahaan


Pendam IX/Udayana
Rabu, 30 Nopember 2016

Bertempat di kantor desa Tirtanadi,kec Labuhan haji kab.lotim Selasa (29/11) berlangsung kegiatan pelatihan kewirausahaan pengelolaan dan pengembangan home industri di lingkungan Ponpes Islam Darusy Syifa.

Acara tersebut  dihadiri oleh Kasdim 1615 Lotim,Mayor CZI Edy Gustaman,Sekcam Labuhan Haji,Mustamin,Wakil direktur Ponpes Darusy Syifa',Ustaz Taufan Iswadi,Kades Tirtandi Ruspan dan peserta dari laskar Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) lingkungan Ponpes Darusy Syifa' dg jumlah sbyk kurang lebih 54 orang.

Dalam sambutannya Ketua Panitia,Syamsul Rizal menyampaikan bahwa  kegiatan ini senagai bentuk upaya untuk memberikan ketrampilan kepada masyarakat dan laskar yang ada dilingkungan Ponpes Darusy Syifa, agar bisa meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat sekitarnya,

Selanjutnya Wadir Ponpes Darusy Syifa',Ustaz Taufan Iswadi menyampikan Apresiasi terhadap kegiatan ini dengan bersusah payah untuk mengagendakan acara ini agar apa yang disampaikan dalam kegiatan ini bisa tercapai. Ponpes darusy syifa betul-betul membangun tidak  memberikan beban SPP yg mahal. Kebanyakan orang tua mereka kurang mampu,sehingga tentunya bisa membantu orang tuanya sendiri jelas Wadir Ponpes. Lebioh lanjut Kedepankan kegiatan ini dan agar bisa ditindaklanjuti dengan baik,dengan melalui program dalam bentuk bantuan dan kerjasama yang baik.

Begitu juga yang disampaikan Kades Tirtanadi,Ruspan bahwa banyak potensi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat di desa tirtana dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat yang ada di lingkungan Ponpes. Satu potensi dijadikan sumber lingkungan Ponpes Darusy Syifa' ini agar bisa dijadikan acuan yang baik,untuk memberikan manfaat bagi kalangan santri dan guru yang ada dilingkungan Ponpes ini.

Kasdim 1615 Lotim,Mayor CZI Edy Gustaman dalam sambutan mengatakan Kegiatan ini sangat positif untuk dijadikan pedoman dalam mengembangkan kewirausahaan bagi kalangan masyarakat yang ada di lingkungan Ponpes Darusy Syifa', Kegiatan pembukaan kewirahusahaan diakhiri dengan doa yang dipimpin guru ponpes islam darusy syifa',Ustaz Sopyan. Selesai doa  dilanjutkan dengan kegiatan pemberian wawasan kebangsaan dari Kasdim 1615 Lotim,Mayor Czi Edy Gustaman tentang  pancasila merupakan perekat kebangsaan yang merupakan dasar negara,seperti cara beragama,berinteraksi dengan sesama dan jangan mudah terpengaruh oleh negara asing.pedomani 4 dasar pilar negara yaitu Pancasila,UUD 45,bhineka tunggal ika dan NKRI. Dilanjutkan oleh PD Seleparang Agro tentang menajemen kewirausahaan dan Dinas Koperasi dan UKM Lotim tentang membangkitkan wirausaha.

Apel Nusantara Bersatu di Gianyar


 Korem 161/Wira Satya
Rabu 30 Nopember 2016

Sebagai upaya meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa serta cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Gianyar maka digelarlah kegiatan Apel Nusantara Bersatu dilapangan Astina Raya Gianyar, Rabu (30/11).

Kegiatan Apel Nusantara Bersatu yang dimotori Pemkab.Gianyar didukung oleh seluruh pemangku kebijakan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat baik mulai TNI Polri, PNS, organisasi kepemudaan sampai dengan pelajar yang ada di Kab.Gianyar sekitar 5000 orang bertujuan untuk lebih meningkatkan rasa nasionalisme dan semangat ke Bhinnekaan untuk persatuan di Indonesia khususnya di Gianyar.

Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra dalam pembacaan orasi ke Bhinnekaanya menyebutkan bahwa cinta damai menjunjung tinggi perbedaan saling bahu membahu demi Indonesia yang harus disadari seluruh anak bangsa yang tertuang dalam arahan Panglima TNI, hal itu sejalan dengan orasi yang disampaikan oleh KNPI dan PPM Gianyar.

Pada akhir acara dibacakan doa oleh semua pemuka agama yang ada di Gianyar serta diisi dengan Marching Band dan penampilan Sosiodrama perjuangan yang merupakan simbol dari Gianyar yang mengusung rasa ke Bhinnekaan untuk bersama memajukan Gianyar serta pemberian lukisan oleh seniman muda Gianyar Dewa Made Suparta yang telah menuangkan  kemampuannya dalam kanvas secara insidentil tentang kegiatan Apel Nusantara kepada Wakil Bupati beserta jajaran Forkompimda Gianyar. Korem 161/Wira Satya


Selasa, 29 November 2016

Danrem Hadiri Peringatan HUT Kota Tabanan ke-523

Pendam IX/Udayana
Selasa, 29 Nopember 2016

Pemerintah Kabupaten Tabanan mengelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-523 di Lapangan Debes Tabanan, Selasa (29/11). Ikut hadir dalam  Danrem 163/Wira Satya, Kolonel Inf I Nyoman cantiasa, S.E. Wakil Gubernur Bali selaku Irup, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Ketua DPRD Prov. Bali I Nyoman Wiriatama, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan. SKPD Kab.Tabanan, Irwasda Polda Bali, Tokoh Puri, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda dan Masyarakat Tabanan.

Sambutan Gubernur bali yang dibacakan oleh Drs. I Ketut Sudikerta (Wagub)  peringatan hari Kota tabanan sangat istimewa karena bersamaan dengan HUT Korpri dan Kesehatan Nasional. Gubernur bali juga mengucapkan selamat kepada seluruh pemerintah daerah, masyarakat, para guru, tenaga pendidik serta segenap insan masyarakat atas peringatan hari bersejarah ini.

Gubernur Bali berharap kepada seluruh komponen masyarakat kota Tabanan khususnya segenap anggota korpri, PGRI, dan seluruh jajaran kesehatan Kabupaten Tabanan untuk senantiasa meningkatkan profesionalisme dan komitmen pelayanan kepada masyarakat untuk sama-sama mewujutkan kesejahteraan masyarakat Tabanan, peringatan hari ulang tahun harus di sikapi secara mendalam, arif dan bijaksana. Pada Peringatan HUT Kota Tabanan mengambil tema “EKA SHANTI BAWANA" yg mengandung makna Bersatu untuk mewujutkan kemampuan dan kesejahteraan masyrakat Tabanan. Tema ini harus dijadikan pedoman, juga spirit untuk diimplimentasikan oleh seluruh lapisan masyarakat Tabanan termasuk jajaran korpri, PGRI, serta seluruh jajaran Kesehatan dalam membangun Kabupaten Tabanan menjadi lebih maju.

Pangdam IX/Udayana Sebagai Irup HUT Ke-45 KORPRI




Pendam IX/Udayana
Selasa, 29 Nopember 2016

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko M.D.A sebagai Irup pada peringatan Hari Ulang Tahun Ke-45 KORPRI Tahun 2016 yang digelar oleh KORPRI Kodam IX/Udayana Segarnizun Denpasar, Selasa (29/11) di Lapangan Makorem 163/Wira Satya.

Dalam sambutan tertulis Presiden RI selaku penasehat Nasional KORPRI yang dibacakan Pangdam IX/Udayana menyampaikan bahwa Presiden RI apresiasi tema peringatan Hari Ulang Tahun Ke-45 KORPRI yaitu “Bersama KORPRI Meneguhkan Netralitas dan Meningkatkan Profesionalisme Aparatur Sipil Negara“ Sangatlah tepat semangatnya dalam menyambut pesta demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah Serentak di tahun 2017. Lebih lanjut Presiden menyampaikan bahwa berbicara tentang pemberantasan praktek korupsi, pungli, peningkatan kualitas pelayanan publik serta memenangkan kompetisi global dengan pelayanan publik yang prima maka sesungguhnya anggota KORPRI berada digaris depan perjuangan. Lebih lanjut Presiden dalam sambutan tertulisnya menyampaikan agar Indonesia bisa menjadi bangsa pemenang dalam era kompetisi global maka rakyat membutuhkan anggota KORPRI yang disiplin, bertanggung jawab, dan berorientasi kerja. Segera tinggalkan pola pikir masa lalu seperti ego sektoral, mental priyayi, mental penguasa dan mental koruptif yang hanya terpaku pada formalitas belaka.

Dalam sambutan tertulisnya Presiden RI yang dibacakan oleh Pangdam IX/Udayana, Presiden mengharapkan Korps Profesi Pegawai Aparatur Sipil Negara RI menjadi Pusat inovasi dan tempat lahirnya loncatan-loncatan kemajuan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah, korps berperan menjaga kode etik profesi, standar pelayanan profesi dan mewujudkan jiwa korps Aparatur Sipil Negara sebagai pemersatu bangsa.

Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-45 KORPRI Tahun 2016 yang digelar oleh KORPRI Kodam IX/Udayana Segarnizun Denpasar di hadiri Irdam IX/Udayana Kolonel Czi Lalu Rudi, Para Asisten Kasdam IX/ Udayana dan Paraq Kabalakdam IX/Udayana, Upacara berjalan dengan tertib, lancar dan aman. Pendam IX/Udayana

Senin, 28 November 2016

Persiapan Nusantara Bersatu di Lapangan Niti Mandala Renon

Korem 163/Wira Satya
Senin, 28 Nopember 2016

Danrem 163/Wira Satya, Kolonel Inf I Nyoman cantiasa, S.E. memaparkarn rencana kegiatan Nusantara Bersatu, Senin (28/11) di ruang rapat Sekda Prov. Bali Kantor Gubernur Bali Jalan Basuki Rachmat Renon Dentim.

Ikut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Cok Pemayun (Sekretaris Daerah Prov. Bali), I Gusti Ngurah Alit (Asisten III Bidang Umum), Kombes Pol Wayan Sunartha (Kabinda Bali), Kolonel Inf Heri Susanto (Aster Kasdam IX/Udayana), Letkol Inf Yana Bahtiar (Kasrem 163/Wira satya), AKBP Agusli Rasyin (Dirlantas Polda Bali), Letkol CZI M. Leo Pola Ardiansya (Dandim 1611/Badung), AKBP Ida Ayu Agung diantari (Ditbinmas Polda Bali) dan undangan lainnya sejumlah 25 orang.

Gubernur Bali selaku wakil pemerintah pusat berkomitmen mempasilitasi dan sangat mendukung kegiatan ini, dimana kegiatan ini sangat positif mengingat situasi saat ini ada yang ingin memecah belah NKRI dan sekaligus menunjukkan bahwa kita rakyat indonesia masih bersatu.

Hasil koordinasi disepekati untuk kegiatan Nusantara bersatu, Selasa (29/11) dilaksanakan gladi bersih dan puncak pelaksanaan pada Rabu, (30/11) pukul 08.00 WITA di Lapangan Bajra Sandi Renon Denpasar,  diikuti oleh unsur TNI, Polri, ASN (Aparat Sipil Negara), Ormas dan Mahasiswa/Pelajar, tokoh masyarakat serta masyarakat Denpasar. Korem 163/Wira Satya

Dandim 1615/Lotim Pimpin Pelaksanaan Upacara Bendera


Korem 162/Wira Bhakti
Senin, 28 Nopember 2016

Dandim 1615/Lotim Letkol inf Mustafa S.Ip  selalu pembina Upacara  Bendera hari senin pukul 07.00 wita di yayasan Ar-Risalah sekitar 200 orang.  Senin (28/11) di Yayasan islam Ar-Risalah Desa Paok Lombok Kec. Suralaga Kab. Lotim.
Pada kesempatan upacara bendera tersebut Dandim 1615/Lotim menyampaikan amanat tentang  Tata upacara, latihan PBB,  Wawasan kebangsaan, pengertian dan pemahaman, fungsi  upacara dan  perlakuan Bendera Merah Putih, Pancasila, dan UUD 1945.

Setelah Upacara bendera selesai Dandim 1615/Lotim memberikan materi tentang Wawasan kebangsaan bertempat di aula Yayasan Ar-Risalah yang intinya :
- Masa depan anak bangsa bisa dilihat dari para pelajar saat ini, apabila para pelajar berkelakuan menyimpang dari aturan dan norma yang ada maka tidak menutup kemungkinan bangsa Indonesia yang kita sama-sama cintai akan dimanfaatkan oleh bangsa asing untuk memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki bangsa Indonesia.
- Para Santri tetap saling menghormati, jangan pernah ikut dalam pergaulan bebas, serta hal yang dapat merusak masa depan bersama.
- Media sosial yang marak di jaman modern agar penggunaanya secara bijak dan kebaikan, dimaksimalkan manfaatkan sebagai sarana untuk mencari ilmu, hindari penggunan Medsos yang bersifat negatif.

Kegiatan selesai pada pukul 08.00 wita berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Korem 162/Wira Bhakti.


Minggu, 27 November 2016

Babinsa Desa Bunutan Koramil 1626-04/Bangli Ikut Atasi Longsor di Bangli


Kerem 163/Wira Satya
Minggu, 27 Nopember 2016

Seringnya turun hujan di wilayah Bali, termasuk kabupaten Bangli mengakibat tanah longsor di Br. Bunutan Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli, Jumat (25/11) jam 14.00 WITA, akibat derasnya hujan.

Babinsa Desa Bunutan Koramil 1626-04/Bangli, Sertu Umbara Saputra bersama Bhabinkamtibmas, aparat Desa dan BPBD Kabupaten Bangli melaksanakan rapat koordinasi dan meninjau tempat kejadian untuk dapat ditindaklanjuti dengan segera Sabtu, (26/11).

Akibat tanah laongsor kerugian personel nihil, materiil berupa batas petirtan penyengker (tembok) ambles dengan lebar 15 M dan kedalaman 20 M, menyebabkan akses jalan ke Pura Pingit Melamba putus dan rawan terjadinya rawan kemungkinan terjadinya bangunan Pura bisa jatuh.

Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, Koramil 1626-04/Kitamani dengan pihak BPBD Kabupaten Bangli melaksanakan koordinasi untuk segera dapat menangani tanah longsor tersebut. Kerem 163/Wira Satya

Warga Serahkan Dua Pucuk Senjata Api



Korem 161/Wira Sakti
Minggu, 27 Nopember 2016

Koramil 1621-04/Amanatun Utara Kodim 1621/Timor  Tengah Selatan menerima penyerahan dua pucuk  senjata api jenis Tumbuk beserta tiga butir munisinya oleh sebanyak dua pucuk  oleh  Daniel Bhungka, S.E., Jumat (25/11). Yang bersangkutan merupakan pejabat  Kasi Trantib Kecamatan Toianas. Kedua pucuk senjata api tersebut diserahkan  kepada Danramil 1621-04/Amanatun Utara, Kapten Arh Oktovianus Diwi

Menurut Danramil 1621-04/Amanatun Utara kronologis penyerahan senjata api tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat yang merasa resah dan takut tentang adanya warga yang memiliki Senjata Api Tumbuk yang diketahui dimiliki oleh tiga  warga bersaudara bernama Agustinus Una, Simon Una dan Supus Una dengan alamat  Desa Bokong Dusun "B", Kecamatan Toianas Rt 007/Rw 003 Kabupaten  TTS. Dengan keberadaan  senjata tersebut maka  kemudian dilaporkan  kepada Camat Toianas Abner Tahun yang selanjutnya Camat beserta  Trantib melaporkan ke aparat keamanan dalam hal ini Danpos Ramil Toianas,  Serma Nuryani.

Menindaklanjuti laporan tersebut Danpos Ramil Serma Nuryani setelah langsung  mengecek ke alamat dimaksud untuk menghimbau kepada pemilik Senjata Api Tumbuk agar menyerahkan barang tersebut kepada aparat keamanan. Setelah dilaksanakan koordinasi oleh Danpos Ramil Toianas dengan Aparatur Desa dan Kecamatan Toianas sehingga senjata tersebut diserahkan oleh pemiliknya dengan menanda tangani surat penyerahan dengan dihadirkan beberapa saksi.

Senjata Api Tumbuk tersebut saat ini sudah diamankan di Koramil 1621-04/Amanatun Utara dan proses selanjutnya akan dilaporkan ke Komando Atas. Tindakan Danramil 1621-04/Amanatun Utara beserta Danpos Ramil Toianas telah melaksanakan pendekatan dengan memberikan himbauan terhadap warga masyarakat untuk tidak memiliki dan menyimpan  Senjata Api Tumbuk dan apabila ada agar segera diserahkan kepada aparat keamanan.

Sementara Dandim 1621/TTS Letkol Inf Erwin, S.E., saat dikonfirmasi tentang penyerahan senjata api tersebut memerintahkan Danramil agar senjata yang sudah diserahkan untuk sementara diamankan di Koramil kemudian diserahkan ke Kodim, sekaligus juga menekankan ke  Danramil agar memberi himbauan kembali kepada masyarakat agar jangan menyimpan senjata rakitan ataupun senjata jenis lainnya yang tidak dibenarkan oleh aturan dan hukum sebagai milik pribadi, ungkapnya. Korem 161/Wira Sakti

Jumat, 25 November 2016

Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Gagalkan Penyelundupan BBM



Korem 161/Wira Sakti
Jumat, 25 Nopember 2016

Satgas Pengamanan Perbatasan RI-RDTL Sektor Timur Pos Motaain I Kompi Tempur I Yonif Raider 641/Beruang berhasil menggagalkan sekaligus mengamankan upaya penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) menuju ke wilayah negara tetangga Timor Leste, Jumat (25/11) di Atambua.

Usaha penyelundupan ini dilakukan oleh oknum masyarakat setempat yang dipergoki oleh 1 Regu Patroli Satgas Pamtas yang sedang melaksanakan patroli. Sayangnya pelaku penyelundupan berhasil kabur dengan meninggalkan barang bukti minyak sejumlah 550 liter.

Menurut Komandan Patroli Lettu Inf Agus Sudarsono, penggagalan penyelundupan itu terjadi pada Jumat, 25 November 2016 dini hari pukul 04.15 Wita, tepatnya di Jalan Tikus Beilaka, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Dirinya bersama 6 orang anggota saat itu sedang melaksanakan patroli rutin dan ternyata hari ini kita berhasil menggagalkan kegiatan ilegal tersebut.

Lanjutnya,  keberhasilan penggagalan penyelundupan ini tidak terlepas dari pengamatan dan informasi yang didapat dan bersyukur kita dapat menggagalkannya. Dia menyayangkan pelaku berhasil kabur menuju wilayah Timor Leste, tetapi barang bukti kita amankan di Pos.

Rincian penggagalan penyelundupan BBM tersebut terdiri atas BBM jenis Bensin 430 Liter sebanyak 86 jerigen isi tiap jerigennya 5 liter. Jenis Minyak Tanah 120 liter sebanyak 6 jerigen dengan isi tiap jerigennya 20 liter.

Dia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan ilegal yang menyalahi aturan di perbatasan, sekaligus akan terus mengintensifkan kegiatan patroli bersama anggota, ungkapnya. Korem 161/Wira Sakti

Dandim 1607/Sumbawa Berikan Sosialisasi di Universitas Cordova Sumbawa




Korem 162/Wira  Bhakti
Jumat, 25 Nopember 2016

Dandim 1607/Sumbawa melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenati arahan Panglima TNI. Kegiatan yang diikuti oleh Kabag Ops Polres KSB Kompol Edy S., Wakil Purek III yaitu bapak junaidi Efendy S.T. MT., Pimpinan  Pondok Pesantren Al Ihlas Taliwang bapak Muhammad Mufti, S. P.di., M.P.,  Danramil Taliwang, para Babinsa,  Babinkamtibmas Menala,  Mahasiswa/Mahasiswi yang berjumlah 100 orang,  para Santri yang berjumlah  235 orang,  Kamis (24/11) di aula Alhamrah Universitas Cordova Kab. Sumbawa.

Dandim 1607/Sumbawa melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenati arahan Panglima TNI. Kegiatan yang diikuti oleh Kabag Ops Polres KSB Kompol Edy S., Wakil Purek III yaitu bapak junaidi Efendy S.T. MT.,  Pimpinan  Pondok Pesantren Al Ihlas Taliwang bapak Muhammad Mufti, S. P.di., M.P.,  Danramil Taliwang, para Babinsa,  Babinkamtibmas Menala,  Mahasiswa/Mahasiswi yang berjumlah 100 orang,  para Santri yang berjumlah  235 orang tersebut berjalan tertib dan lancar.

Dalam kesempatan tersebut selain menyampaikan materi berupa arahan Panglima TNI, Dandim juga menyampaikan beberapa hal kepada seluruh peserta yang merupakan generasi penerus dan calon pemimpin bangsa untuk selalu mencintai Tanah Airnya dan menjaga Ideologi bangsa yaitu Pancasila yang merupakan tuntunan hidup kita dalam berbangsa dan bernegara. Dandim juga mengharapkan agar Mahasiswa dan  Santri dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat khususnya dalam hal menyalurkan aspirasi melalui kegiatan demo.

Kegiatan demo tidak dilarang namun jangan melakukan tindakan demo yang anarkis. Dan saya juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat khususnya para generasi muda yang sangat aktif dalam menggunakan Medsos, untuk dapat dengan bijak menerima informasi atau berita-berrita yang ada di Medsos, hal tersebut dikarenakan banyak berita yang beredar terkadang berlebihan. Oleh sebab itu sebagai generasi muda yang cerdas kita harus dewasa dan tenang dalam menerima informasi dan menghadapi berbagai permasalahan, dengan demikian maka pihak  yang ingin menghancurkan kita dengan mencoba berusaha memecah belah persatuan kita tidak akan berhasil, mari kita bersama-sama terus menjaga persatuan dan kesatuan demi keamanan wilayah dan tetap tegaknya NKRI. Korem 162/Wira  Bhakti

Mari Bersatu Selamatkan Negeri



Korem 162/Wira Bhakti
Jumat, 25 Nopember 2016

Dandim 1608/Bima Letkol Czi Yudil Hendro, melaksanakan kegiatan  anjangsana ke rumah tokoh Agama yang termasuk dalam Pok Igaras yaitu Jamaah Ansharut Tauhit (JAT) yang berada di Kel. Penatoi Kec. Raba Kobi Kab. Bima.

Tiada yang lebih indah dari kedamaian, karena kehidupan yang damai akan membuat kita menjadi bahagia, untuk menciptakan kedamaian tersebut tentunya kita tidak dapat melakukannya seorang diri karena kita hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, apalagi bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar dan kaya, oleh sebab itu persatuan antar seluruh elemen masyarakat yang ada di Indonesia harus terus dijaga agar NKRI tetap tegak berdiri. Menyikapi hal tersebut, pada hari Rabu 23 November 2016, Dandim 1608/Bima Letkol Czi Yudil Hendro, melaksanakan kegiatan  anjangsana ke rumah tokoh Agama yang termasuk dalam Pok Igaras yaitu Jamaah Ansharut Tauhit (JAT) yang berada di Kel. Penatoi Kec. Raba Kobi Kab. Bima. Dalam kesempatan tersebut, Dandim 1608/Bima beserta rombongan disambut oleh  Ustad M. Zaidon. Kegiatan anjangsana sekaligus silaturrahmi dengan Ustad M. Zaidon serta warga Penatoi ini, bertujuan untuk menjaga tali persaudaraan antar TNI AD dengan masyarakat Penatoi dan seluruh elemen masyarakat yang ada di Kab. Bima.

Dalam kesempatan tersebut Dandim 1608/Bima menyampaikan kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang dapat memecahbelah bangsa ini. Saya berharap seluruh masyarakat dapat mencintai negara ini karena disinilah kita hidup dengan keluarga kita, disinilah kita mencari nafkah dan disinilah rumah kita semua, untuk itu jangan biarkan keluarga dan rumah kita diobrak-abrik oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Perlu kita sadari bersama bahwa perpecahan tidak akan membawa kebahagiaan namun akan menimbulkan penderitaan. Dalam kesempatan ini, saya juga ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa menyampaikan aspirasi melalui kegiatan demo tidak dilarang, namun saya minta untuk tidak melakukan tindakan yang anarkis, mari kita tunjukkan kepada masyarakat dunia bahwa umat Muslim Indonesia cinta damai.

Dalam kesempatan tersebut Ustad M. Zaidon yang merupakan tokoh yang dituakan di Penatoi menyampaikan ucapan terikasih kepada Dandim 1608/Bima, yang meluangkan waktu untuk  berkunjung ketempat kami. Sebelum mengakhiri kegiatan silaturrahmi tersebut, Dandim 1608/Bima juga kembali menghimbau dan mengaharapkan seluruh masyarakat Bima khususnya warga Penatoi agar pada tanggal 2 Desember nanti tidak keluar dari Kab. Bima, hal ini disampaikan tidak lain bertujuan untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat, karena kita semua adalah saudara dan tentunya sesama saudara harus saling menyayangi, mencintai dan saling menjaga. Kegiatan tersebut juga diisi dengan  pelaksanaan Sholat  Ashar berjamaah. Korem 162/Wira Bhakti

Apel Kebhinnekaan Tingkatkan Persatuan Dan Kesatuan



Korem 161/Wira Sakti
Jumat, 25 Nopember 2016

Kodim 1601/Sumba Timur bersama komponen masyarakat lainnya menghadiri kegiatan Apel kebhinnekaan  dalam rangka meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat guna mewujudkan persatuan dan kesatuan NKRI, Kamis, (24/11) bertempat di Lapangan Pemda Sumba Timur Jln. Soeharto no 42 Kelurahan  Matawai Kecamatan Kota Waingapu, Sumba Timur.

Sejumlah undangan hadir pada kegiatan ini, antaranlain Unsur Forkopimda, para kepala SKPD, TNI, Polri, Satpol PP,  Ibu-ibu Penggerak PKK dan peserta upacara dari berbagai paguyuban secara keseluruhan  berjumlah sekitar 300 orang. Adapun yang menjadi inti dari apel Kebihinnekaan tersebut antara lain, mencegah terjadinya konflik Sara di wilayah Kabupaten Sumba Timur.

Pada kesempatan ini juga dilakukan pembacaan deklarasi damai oleh tokoh agama dari seluruh perwakilan umat beragama yang ada di Kabupaten Sumba Timur yang disaksikan oleh Unsur Forkopimda Sumba Timur. Dalam  sambutannya Inspektur Upacara, Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Wili Pekuwali, S.T., M.T., mengatakan bahwa Bangsa Indonesia yang terdiri dari beranekaragam suku, agama dan ras harus tetap dibudayakan dan dipelihara dengan baik.

Terjadinya situasi sosial dan politik belakangan ini mengakibatkan  adanya sekelompok orang  yang tidak terima dengan hal tersebut, sehingga memungkinkan terjadi perpecahan. Untuk itu Wakil Bupati mengajak semua hadirin untuk memelihara kerukunan antar umat beragama serta harus tetap dipertahankan dengan memperkuat FKUB di wilayah Kabupaten Sumba Timur.
Menurutnya selama ini di wilayah Sumba Timur secara berkala dilakukan pertemuan atau silahturahmi oleh FKUB untuk menjalin komunikasi serta mencegah terjadi potensi yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Harapan dengan dilaksanakannya apel kebihinekaan ini akan menimbulkan kesadaran masyarakat semua untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia, pungkasnya. (Korem 161/Wira Sakti).

Kamis, 24 November 2016

Dengan Bersatu Kita Akan Menjadi Kuat


Korem 162/Wira Bhakti
Kamis, 24 Nopember 2016

Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Musthofa S.Ip, menghadiri rapat koordinasi Forum Kerukunan Umat beragama (FKUB) terkait maraknya isu demonstrasi tentang penistaan Agama, Rabu (23/11) di Sekretariat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kel. Bumbasari

Bertempat di Sekretariat FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kel. Bumbasari Kec. Selong Kab. Lotim pada hari Rabu 23 November 2016 telah berlangsung rapat koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) terkait maraknya isu demonstrasi tentang penistaan Agama. Kegiatan yang dihadiri oleh Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Musthofa S.Ip, Kabag Ops Polres Lotim Kompol Syafrudin, Kepala Kemenag Lotim bapak H. Nasrudin, Ketua FKUB Drs. H. Ali Fikri MA, Sekretaris FKUB Lotim bapak Makinudun S.Sos, Ketua MUI Lotim TGH. Ishaq Abdul Gani Lc, Kasat Intel Polres Lotim AKP Hatta S.ip, Pasi Ter Dim 1615/Lotim Kapten inf Anwar, Dan Unit Intel Dim 1615/Lotim Letda inf Herman A, Kaban Poldagri Lotim bapak H. Sudirman S.sos, Waka MUI Lotim H. Maksun Faisal, Drs. H. Zubaidi M.AP. serta para peserta yang berjumlah 27 orang tersebut berjalan aman dan lancar.

Dalam kesempatan tersebut Ketua FKUB menyampaikan bahwa terkait isu Demo tentang Penistaan Agama ini, saya berharap masyarakat  Kab. Lotim tidak mudah terprovokasi,  tetap jaga toleransi yang selama ini telah berjalan dengan baik dan saya berharap masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah daerah dengan baik. Selain itu Kepala Kemenag juga menyampaikan bahwa dalam menyikapi keadaan negara saat ini.

Kemenag Lotim mengantisipasi, mengambil inisiatif menentukan sikap dengan melakukan pendekatan melalui penyuluh ke masyarakat dengan demikian diharapkan Kab. Lotim tetap aman. Seperti apa yang disampaikan oleh Kaban Kesbang Poldagri Lotim mengatakan bahwa Lombok sangat Dominan terkait isu penistaan Agama,  perkembangan yang terjadi sekarang tidak lepas dari pengaruh Internasional, nasional dan regional, untuk itu saya mengharapkan masyarakat NTB khususnya masyarakat Lotim tidak mudah terprovokasi sehingga menyebabkan kita menjadi terpecah belah/terkotak-kotak, karena perbedaan Daerah, Ras dan Suku dan Agama, walaupun kita ketahui bersama jika terkait dengan Agama merupakan permasalahan yang serius namun mari kita utamakan keutuhan NKRI, selain itu saya juga berpesan kepada masyarakat agar dapat menyikapi dengan bijak berita atau informasi yang didapat dari media, karena terkadang pemberitaan yang disajikan banyak berlebihan.

Dalam kesempatan tersebut Dandim 1615/Lotim juga menyampaikan beberapa hal diantaranya, menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menyikapi segala persoalan yang terjadi dengan tenang dan bersikap dewasa,  memang masalah Agama dan kepercayaan sangat riskan, namun jangan sampai hal itu menjadikan menyabab bangsa kita terpecah belah, karena jika hal tersebut terjadi maka akan memudahkan negara atau pihak asing yang ingin merebut/menguasai bangsa kita. Ingat Indonesia sangat kaya akan sumber daya alamnya dan banyak negara atau pihak-pihak yang ingin dengan kekayaan yang dimiliki oleh bangsa kita. Oleh sebab itu mari kita jaga bangsa ini, dengan selalu bersatu karena dengan bersatu kita akan menjadi kuat dan dengan kekuatan itu kita bangun bangsa ini agar kehidupan rakyat Indonesia menjadi sejahtera. (Korem 162/WB)

Panen Pedet (anakan sapi) di Desa Sobangan


Korem 163/Wira Satya
Kamis, 24 Nopember 2016

Danrem 163/Wira Satya, Kolonel Inf  I Nyoman Cantiasa, S.E., Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Suiasa, S.H. Kadis Pertanian kabupaten Badung, Danramil 1611-04/Mengwi menghadiri Pembukaan Panen Pedet (anakan sapi) dalam rangka percepatan peningkatan populasi sapi menuju ketahanan pangan hewani, Rabu (23/11)di Desa Sobangan Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung,

Turut hadir Danrem 163/Wira Satya, Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa, S.E., Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Suiasa, S.H. Kadis Pertanian kabupaten Badung, Danramil 1611-04/Mengwi, Masyarakat dan undangan lainnya ± 300 orang.

Menteri Pertanian RI yang diwakili oleh Staf  ahli Menteri Pertanian dalam membaca sambutannya mengatakan  “Provinsi Bali adalah Provinsi yang sangat cocok untuk pembibitan ternak sapi UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) dan perkembangan ternak sapi di Bali sangat segnifikan dan itu semua tidak terlepas dari kerja sama antara pihak pemerintah, TNI, Polri dan Masyarakat.” kata Bapak Syukur Irwantoro.

Sebagaimana diketahui, pencanangan Upsus Siwab dan panen pedet tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK210/10/2016 tentang upaya khusus percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau bunting. Hal ini pula merupakan wujud komitmen pemerintah dalam kemandirian pangan sekaligus bisa menjadi swasembada ternak. (Korem 163/Wira Satya)

Dandim 1607/Sumbawa Komsos dI Lapas Kelas B Sumbawa



Korem 162/Wira Bhakti
Kamis, 24 Nopember 2016

Dandim 1607/Sumbawa melaksanakan kegiatan Komsos di Lapas kelas B Sumbawa Besar yang berada di Jl. Sumbawa-Bima Kilometer 2, Kel. Samapuin Kec. Sumbawa Kab. Sumbawa. Didampingi oleh Pasiterdim 1607/Sumbawa serta para Danramil jajaran Kodim 1607/Sumbawa.

Rombongan Dandim disambut langsung oleh Kalapas yaitu bapak H.M. Latif,. Selain bersilaturrahmi tujuan kedatangan Dandim 1607/Sumbawa beserta rombongan tersebut   untuk memberikan motivasi kepada para penghuni lapas agar menyadari kesalahannya dan dapat berubah menjadi lebih baik.  Dimana kebaikan tidak hanya saat berada di dalam Lapas, namun juga saat nantinya keluar dan bergabung kembali ke masyarakat.

Dandim 1607/Sumbawa juga menyampaikan kepada seluruh penghuni Lapas mengenai wawasan kebangsaan, hal ini disampaikan agar penghuni lapas dapat lebih mencintai bangsa dan negaranya, sehingga akan selalu menjaga bangsa dan negaranya dari kehancuran.

Dandim 1607/Sumbawa juga menyampaikan agar masyarakat Sumbawa khususnya para penghuni Lapas untuk tidak mudah percaya dengan isu-isu yang tidak jelas kebenarannya dan menghindari provokasi-provokasi kesegala arah yang bisa menggnggu kondusifitas wilayah.  Meskipun saat ini saudara-sauadara masih berada di dalam Lapas, namun saya berharap para Napi yang ada di Lapas Kelas B ini dapat menjaga keamanan wilayah baik saat berada di dalam maupun saat nantinya keluar dari Lapas.  Mari kita jaga persatuan dan kesatuan, agar tidak mudah terpecah belah karena dengan bersatu maka kita akan menjadi kuat dan dengan bersatunya seluruh masyarakat Indonesia maka NKRI akan tetap tegak berdiri. (Korem 162/Wira Bhakti)

Rabu, 23 November 2016

Mengenalkan Anak Didik Dengan Kegiatan TNI


 
Korem 162/Wira Bhakti
Rabu 23 November 2016

Siswa-Siswi  Sekolah Dasar Islam Terpadu Anak Soleh Mataram yang berjumlah kurang lebih 180 orang berkunjung ke Korem 162/WB dalam rangka study tour (wisata belajar). Salah satu tujuan Study Tour tersebut untuk mengenal dan mendekatkan anak didik tingkat Sekolah Dasar kepada bapak Aparat Keamanan Negara  (TNI).

Kedatangan siswa/siswi SD IT Anak Soleh Mataram ke Korem 162/WB ini yaitu untuk mengetahui kegiatan apa saja yang dilaksanakan oleh Korem 162/WB. Dalam kesempatan tersebut berbagai pengetahuan diberikan kepada anak-anak SD IT Anak Soleh Mataram seperti Wawasan Kebangsaan, PBB, dan kegiatan lainnya.
Berbagai meteri yang diberikan ini diharapkan dapat membangkitkan jiwa nasionalisme anak-anak ini sejak dini, dan sebagai generasi penerus bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin, mereka harus lebih mencintai bangsa dan negaranya, dengan selalu menjaga persatuan dan kesatuan agar tidak mudah terpecah belah oleh bangsa lain atau pihak-pihak yang ingin bangsa Indonesia manjadi hancur.

Dengan penuh kegembiraan, anak-anak dari SD IT Anak Soleh Mataram ini memperhatikan setiap materi yang diberikan oleh anggota Korem 162/WB, dan dalam kesempatan tersebut, siswa-siswi ini juga melaksanakan kegiatan PBB bersama dengan anggota TNI.   Mereka bangga dapat berjabat tangan, perpelukan, digendong bapak-bapak yang berseragam loreng. Korem 162/WB.

Korem 161Wira Sakti Gelar Silahturahmi Dengan Pepabri Dan LVRI


Korem 161Wira Sakti
Rabu, 23 Nopember 2016

Bertempat di Aula Serbaguna Makorem 161/Wira Sakti telah berlangsung acara Silaturahmi Danrem 161/WS, Danlantamal VII/Kupang dan Danlanud Eltari Kupang dengan Keluarga Besar LVRI dan Pepabri di wilayah Korem 161/Wira Sakti, Selasa (22/11/2016)

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Korem 161/Wira Sakti dan dihadiri sekitar 200 orang diantaranya Danrem 161/WS, Brigjen TNI Heri Wiranto, S.E., M.M., Danlanud Eltari Kupang, Kolonel (P) Jorry S. Koloay, Aslog Lantamal VII/Kupang, Kolonel Laut (P) Menok Sahala, Ketua Pepabri Prov. NTT, Samuel D. J. Lona, Kasrem 161/WS, Kolonel Inf Gregorius Suharso, Para Kasi Korem 161/WS, Para Dan/Kabalak Aju Korem 161/WS, Ketua dan para Pengurus FKPPI Provinsi NTT serta para Veteran yang berada di wilayah Provinsi NTT.

Dalam sambutannya, Danrem 161/Wira Sakti menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi sudah cukup lama tidak  dilaksanakan sehingga dengan kegiatan ini bertujuan untuk dapat bertatap muka serta menginggatkan kembali bahwa kita adalah keluarga besar TNI. Dengan acara ini diharapkan dapat berdialog serta berkomunikasi untuk kemajuan ke depan.

Pada kesempatan ini, Danrem menyampaikan apa yang menjadi arahan Presiden RI dan Panglima TNI karena TNI yang masih aktif adalah generasi penerus dari para Vetaran sehingga dengan acara ini pihaknya memandang perlu menyampaikan berbagai informasi terkait perkembangan situasi yang terjadi belakangan ini.

Adapun arahan Presiden RI yang disampaikan Danrem ada dua poin penting, antara lain, pertama,  terkait masalah Pilkada tahun 2017 yang akan dilaksanakan serentak di 217 Kabupaten dan Provinsi yang berada di seluruh wilayah Indonesia. Tugas TNI harus dapat memback up tugas Polri dalam pelaksanaan Pilkada dan TNI diminta netral dalam  menghadapi pesta demokrasi tersebut.

Kedua, terkait masalah Pungli, diharapkan saat ini tidak ada lagi pungutan liar di seluruh Instasi maupun dalam tubuh TNI/Polri. Khusus untuk wilayah NTT dalam menyikapi perkembangan tersebut, direncanakan Gubernur NTT akan membentuk Satgas Pungli guna menghilangkan budaya yang tidak baik (Pungli) yang selama ini masih terjadi dengan harapan ke depan dapat berjalan dengan normatif.

Sementara dalam menyampaikan arahan  Panglima TNI, Danrem menjelaskan tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tidak stabil dihadapkan dengan turunnya produksi minyak bumi dunia akan merubah gaya hidup dan model bisnis yang menyebabkan terjadinya krisis ekonomi, depresi ekonomi, meningkatnya kejahatan atau konflik, hancurnya tatanan masyarakat yang berujung pada terjadinya kompetisi global.

Lebih jauh Danrem menjelaskan juga tentang pertumbuhan penduduk dunia sangat pesat akan tetapi dengan kompetisi global banyak kemiskinan dan kelaparan karena yang di atas semakin menindas yang di bawah semakin tertindas.
Belum lagi masih terjadinya konflik yang dilatarbelakangi oleh energi dimana saat ini banyak negara yang masih menghasilkan banyak sumber energi diantaranya negara Libia, Mesir, Irak, Kuwait, Suriah, Yaman, Konggo dan Sudan, oleh karena itu ke depan energi akan diperebutkan oleh banyak negara dihadapkan jumlah energi yang terus menerus menurun.

Di Negara Indonesia sendiri mempunyai sumber energi yang sangat besar dan tidak menutup kemungkinan akan menjadi ancaman bagi negara-negara lain apabila energi mulai habis. Masih banyak acaman lain yang dihadapi oleh  Negara Indonesia diantaranya Narkoba, Teroris dan Radikalisme. Karena masih banyak peredaran Narkoba di Negara Indonesia dimana Narkoba tidak hanya masuk dan merusak generasi muda akan tetapi  juga sudah masuk dan banyak disalahgunakan, termasuk oleh oknum TNI maupun Polri.

Terkait ancaman teroris dan radikalisme perlu kita waspadai dihadapkan dengan adanya kelompok ISIS yang saat ini menjadi ancaman seluruh dunia karena informasi yang didapat saat ini banyak pelatihan militer terhadap anak dan pemuda di Suriah yang disiapkan untuk masuk di Negara Indonesia dan ada keinginan  menjadikan Indonesia sebagai Negara Islam.

Dengan adanya perkembangan situasi yang ada khususnya kasus Penistaan agama yang dilakukan oleh  Gubernur DKI Non Aktif Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok kita semua diharapkan dapat mencegah provokasi, hasutan dan adu domba terhadap rakyat dan mengajak seluruh anak bangsa untuk wujudkan stabilitas keamanan dan politik agar tidak mudah terpecah belah. Pada kesempatan lain dalam sambutannya, Danlantamal VII/Kupang yang diwakili Aslog Lantamal  menyampaikan beberapa hal diantaranya, pihaknya menyampaikan permohonan maaf karena Danlantamal VII/Kupang tidak dapat hadir dalam kegiatan ini karena sedang bertugas di Jakarta untuk kenaikan Pangkat menjadi Brigadir Jendral.

Perlu diketahui bahwa Lantamal VII/Kupang merupakan bagian dari Armatim yang berada di Surabaya dan terkait dengan adanya pasukan negara asing yang  berdekatan dengan wilayah negara kita, Armatim telah memperkuat pengamanan di wilayah perairan laut untuk mengantisipasi adanya ancaman tersebut.
Senada, dalam sambutannya, Danlanud Eltari Kupang menyampaikan apresiasi  dengan adanya acara seperti ini. TNI bersama dengan para sesepuh pejuang dapat duduk bersama untuk tetap solid dalam menjaga kedaulatan NKRI karena atas sumbangsih dan dedikasi para Veteran menjadikan motivasi bagi yang masih aktif untuk menjaga kedaulatan seperti juga pesan yang telah disampaikan oleh Panglima TNI bahwa kita semua jangan pernah ragu-ragu dalam melakukan tindakan terhadap penghianat bangsa karena kita harus tetap menjaga tegakknya 4 pilar kebangsaan kita yaitu Pancasila, UUD 45, BhinnekaTunggal Ika dan NKRI harga mati, tegasnya penuh semangat.

Tidak ketinggalan  Ketua Pepabri Provinsi NTT menyampaikan bahwa saat ini hubungan antara TNI yang aktif dengan  purnawirawan semakin erat dihadapkan dengan adanya kegiatan silaturahmi ini,  karena bagaimanapun kita masih tetap ada hubungan emosional bagi yang aktif maupun yang sudah purnawirawan.
Kita sebagai purnawirawan tetap menjaga 4 pilar Bangsa Indonesia yaitu Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI harga mati karena dengan perkembangan situasi yang ada banyak ancaman - ancaman yang timbul untuk memecah belah persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

Setelah rehat makan siang acara dilanjutkan dengan sesi dialog dari beberapa peserta untuk mengajukan pertanyaan maupun memberikan saran masukan.
Seperti yang disampaikan Bapak Dacosta yang meminta dengan hormat kepada Danrem 161/WS terkait perumahan yang telah diberikan banyak yang telah direhap akan tetapi masih banyak yang rusak.

Veteran Paulus Lelo Bereng menyampaikan tentang kehidupan veteran ada yang lebih baik dan ada yang tidak baik, meminta kepada  Danrem 161/WS agar dapat diperhatikan khususnya bagi para veteran yang belum punya rumah.

Fasco Dacosta menyampaikan keluh kesahnya bahwa sudah mendapat bantuan rumah akan tetapi belum 1 tahun kondisinya sudah hancur dan tidak layak
Fernando menyampaikan agar pihaknyang berwenang dapat mendukung untuk melancarkan proses administrasi pengeluaran SK atau Skep Veteran yang sementara masih dalam tahap proses.

Menanggapi beberapa penyampaian para Veteran, Danrem 161/WS menjawab bahwa setiap tahun Korem 161/WS terdapat program bedah rumah yang bekerja sama Lembaga maupun BUMN, akan tetapi tidak dapat dilakukan di satu tempat karena dibagi di berbagai wilayah dan disarankan kepada para veteran agar mendaftarkan kepada Babinsa setempat sehingga dapat didaftarkan ke Korem dalam program bedah rumah.

Informasi yang didapat, pemerintah juga akan memberikan bantuan perumahan baru akan tetapi kita harus tetap bersabar karena terdapat tahapan- tahapan dalam permberian bantuan sehingga dapat tepat sasaran.
Sementara  untuk mendapatkan SKEP dan SK veteran  prosesnya memang sangat panjang akan tetapi dapat memonitornya di Minvetcat Kupang karena SKEP ataupun SK tidak dapat keluar secara perorangan, ada keterkaitan dengan beberapa instansi, sebut Danrem.

Pada akhirnya Danrem berpesan kepada semua sesepuh Veteran untuk terus menjaga kebersamaan dan kekompakan seraya mengajak untuk secara rutin melaksanakan kegiatan silahturahmi seperti ini. Kita dapat memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh Korem 161/WS, seperti gedung ataupun sarana lain yang ada yang dapat digunakan untuk kepentingan bersama. Korem 161/Wira Sakti

PLN Peduli Masyarakat di Desa Sambangan



Korem 163/Wira Satya
Rabu, 23 Nopember 2016

Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Slamet Winarto, S.E. menghadiri kegiatan peresmian penyalaan listrik pedesaan dan penyerahan program PLN Peduli di dusun Banjar Anyar Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng.

Kegiatan peresmian penyalaan listrik pedesaan dan penyerahan program PLN Peduli dihadiri dari unsur Pemerintah daerah, unsur PLN dan warga masyarakat penerima bantuan PLN sejumlah 28 orang.

PLN akan membantu masyarakat sampai ke pedesaan yang terpencil sekalipun sehinga semua masyarakat dapat merasakan hasilnya terutama penerangan. Bagi warga yang belum akan dianggarkan Tahun 2017,” katanya GM PT. PLN Distribusi Bali.

Asisten II setda Buleleng menyalakan listrik pertama secara simbolis di rumah kadek Kebek disaksikan semua tamu undangan. Korem 163/Wira Satya

Selasa, 22 November 2016

Pangdam Terima Kunjungan Panitia Nataru Bersama Flobamora



Pendam IX/Udayana
Selasa, 22 Nopember 2016

Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Kustanto Widiatmoko,M.D.A, menerima kunjungan Panitia Perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama Flobamora didampingi oleh para pejabat teras Kodam IX/Udayana pada Selasa (22/11) di Ruang Tamu Pangdam IX/Udayana.

Pada kesempatan tersebut ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Flobamora, Bapak Yosef Yulius Diaz selaku pimpinan rombongan didampingi oleh lima orang staf melaporkan tujuannya beraudiensi dengan Pangdam IX/Udayana dan para pejabat teras Kodam IX/Udayana adalah untuk bersilaturahmi dan melaporkan rencana kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama Ikatan Keluarga Besar Flobamora Tahun 2016/2017 yang akan digelar pada tanggal 7 Januari 2017 di GOR Lila Bhuana jalan Melati Denpasar.

Pimpinan rombongan juga menyampaikan tentang keberadaan Ikatan Keluarga Besar Flobamora ini dipandang sebagai kawitan atau rumah besar warga Nusa Tenggara Timur yang  tinggal di pulau  Dewata ini dan memayungi sejumlah entitas dari perwakilan 22 Kabupaten dan Kota di Nusa Tenggara Timur. Adapun Visinya untuk memperkuat solidaritas dan soliditas  dalam kerangka NKRI, dengan Misi senantiasa terlibat sercara nyata dilandasi komitmen berdaya ubah dalam tiap derap suka dan duka dilingkungan internal serta ikut berpartisipasi dalam mendorong kemajuan pembangunan di Bali. Salah satu wujud dari misi ini dalam rangkain kegiatan perayaan Nataru ini Flobamora telah melaksanakan kegiatan kemanusiaan dan sosial budaya antara lain, Donor Darah, Pengobatan mata gratis, layanan pasar sembako murah dan pementasan seni pertunjukan tradisional daerah Nusa Tenggara Timur.

Selanjutnya Pangdam IX/Udayana menyampaikan terimakasih dan selamat datang di Kodam IX/Udayana serta memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Ikatan Keluarga Besar Flobamora sebagai rangkaian dari perayaan Nataru 2016/2017, dengan harapan semuanya dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat dalam menumbuhkan serta memupuk solidaritas dan soliditas anak bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Disela audiensi Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf J. Hotman Hutahaean S.Sos, sempat sharing dengan Ketua Umum dan Staf Pengurus Ikatan Keluarga Besar Flobamora, Kapendam menyampaikan dan mengajak seluruh komponen masyarakat termasuk Ikatan Keluarga Besar Flobamora senantiasa menumbuhkan dan memupuk persatuan dan kebersamaan dalam kebhinekaan ini sesuai dengan Visi dan Misi Ikatan Keluarga Besar Flobamora.
 
Persatuan dan kebersamaan anak bangsa perlu ditumbuh kembangkan dan dirawat karena energi persatuan dan kebersamaan ini dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang mendasar khususnya persoalan yang menjadi tantangan bangsa Indonesia di masa mendatang seperti kemiskinan, ketimpangan antara yang kaya dan miskin termasuk permasalahan yang bernuansa SARA, maupun berbagai kesenjangan dan perbedaan  yang lainnya.
 
Perlu disadari didalam  masyarakat yang majemuk seperti Indonesia ini, apa bila kemajemukan itu dapat dikemas dan dikelola dengan baik sesungguhnya didalamnya terkadung potensi yang luar biasa, ambil suatu contoh  ketika kebudayaan dari berbagai suku dapat dikelola dengan baik akan menghasilkan khasanah budaya bangsa yang luar biasa, begitupun ketika semua umat beragama dapat hidup berdampingan satu sama lainnya dengan semangat toleransi yang tinggi dan saling menghargai, saling menghormati antara yang satu dengan yang lainnya, tentu akan melahirkan suatu kehidupan yang harmonis, nyaman, tentram dan damai.

Adapun cara merawat kemajemukan ini adalah dengan belajar menerima kebhinekaan itu sebagai sebuah kenyataan agar menjadi kekuatan yang positif demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama,  sebagai warga negara  yang baik tidak boleh mengkhianati Pancasila sebagai ideologi bangsa dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, disini tersirat bahwa setiap anak bangsa harus bisa mengimplementasikan nilai-nilai Kebhinekaan ini dalam kehidupan sehari hari baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan mengusung semangat Bhineka Tunggal Ika, sebagai warga negara hendaknya cerdas dalam menanggapi berbagai persoalan sehingga tidak mudah terprovokasi dan termakan oleh isu-isu yang menyesatkan dari kelompok-kelompok yang sengaja ingin mengusik ketentraman masyarakat dan merongrong kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia demi kepentingan pribadi maupun kelompoknya. Mari sadari bersama sesungguhnya ciri khas masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang cinta damai tanpa memandang perbedaan baik  Suku, Agama, Adat Istiadat, Ras maupun antar golongan, senantiasa bersatu dalam damai kemajemukan, demikian ungkap Kapendam. (Pendam IX/Udayana)


Kodim 1607/Sumbawa Ikuti Workshop di Kantor BP4K



Korem 162/WB
Selasa, 22 Nopember 2016

Dandim 1607/Sumbawa Letkol Arm Sumanto. S.sos., Kepala BP4K Kab. Sumbawa bapak A. Rahim. S.sos, para Kabid BP4K Kab. Sumbawa,  Danramil se Kodim 1607/Sunbawa melaksanakan kegiatan Workshop Peningkatan Komunikasi, Koordinasi dan Diseminasi inofasi Tehnologi Pertanian di Kabupaten Sumbawa.  Kegiatan yang dihadiri oleh kepala  BPTP Prop.  NTB  bapak Ir. Mujadi di Aula Kantor BP4K Kab. Sumbawa

Para penyuluh Pertanian, dan para Guru SMK Pertanian, serta para Gapoktan ini melaksanakan penyuluhan dan berjalan dengan lancar. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menambah pengetahuan para petani dan pihak-pihak yang berkaitan dengan pertanian, dengan harapan nantinya dapat meningkatkan hasil pertanian para petani khususnya yang ada di Kab. Sumbawa, sehingga program swasembada pangan dapat terwujud.

Dalam kesempatan tersebut Dandim 1607/Sumbawa menyambut baik kegiatan ini, karena TNI khususnya Kodim 1607/Sumbawa yang selama ini telah memiliki protap untuk membantu mensukseskan program swasembada pangan, dengan membantu para petani ini tentunya akan lebih tau dan memiliki banyak ilmu untuk membantu petani agar hasil pertaniannya lebih banyak dari sebelumnya. Korem 162/WB.

Senin, 21 November 2016

Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa



Korem 161/WSI
Senin, 21 Nopember 2016

Personel Kodim 1618/TTU bersama Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Raider 321/Galuh Taruna menggelar Istiqhosah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang juga melibatkan seluruh umat beragama di sejumlah tempat ibadah di wilayah Kodim 1618/TTU, Jumat lalu (18/11/2016)

Seperti disampaikan oleh Dandim 1618/TTU, Letkol Inf Yudi Gumilar, S.Pd., kegiatan Istiqhosah dan doa bersama dilaksanakan dengan harapan Negara Indonesia tercinta tetap aman, damai dan tentram serta tidak tenggelam dalam permasalahan isue suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) yang belakangan  banyak mengemuka  yang dapat mengganggu kelangsungan kehidupan bangsa dan negara kita. Dandim juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh situasi dan keriuhan yang terjadi di Jakarta dengan tetap menjunjung tinggi kerukunan kehidupan umat beragama.

Lebih lanjut Dandim menjelaskan kegiatan keagamaan dalam rangka mendoakan keselamatan dan keutuhan bangsa dan negara kita dilaksanakan menyusul adanya aksi 4 Nopermber 2016 lalu yang dapat berlangsung secara damai terkait issue SARA  yang sangat sensitif menimbulkan gesekan. Untuk itu di beberapa tempat ibadah di wilayah Kodim 1618/TTU,  seperti Gereja St Theresia Kefamenanu, Masjid Nurul Falah, Masjid Jami Al Mujahirin Kefamenanu serta Masjid Nurul Mubin Wini digelar acara doa bersama tersebut, dengan harapan semakin memperkuat kerukunan umat beragama di TTU serta secara umum bagi keselamatan bangsa ini.

Menurut Dandim acara doa bersama ini diadakan secara serentak di hari yang sama (Jumat, 18/11/2016) di seluruh Indonesia di tempat-tempat ibadah umat beragama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, seperti TNI, Polri serta umat beragama sesuai dengan keyakinan masing-masing untuk mendoakan bangsa dan negara ini agar tetap terjaga eksistensinya dalam kebhinneka tunggal ikaan yang sudah kita wariskan sebagai aset luhur yang tidak semua bangsa di dunia memilikinya. Korem 161/WSI

Hidup Lebih Indah Dengan Perbanyak Silahturahmi


Korem 162/WB
Senin, 21 Nopember 2016

Dandim 1607/Sumbawa melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengarahan Panglima TNI kepada para pengasuh dan guru Ponpes Abubakar serta para Santri lingkup Ponpes Abubakar yang berjumlah  kurang lebih  200 org.  Sabtu 19 Nov 2016 bertempat di Ponpes Abubakar Islamic Sumbawa.

Sabtu 19 Nov 2016 bertempat di Ponpes Abubakar Islamic Sumbawa, dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengarahan Panglima TNI oleh Dandim 1607/Sumbawa.  Hadir dalam kegiatan tersebut yaitu  Kasdim dan Pa Staf Kodim 1607/SWB, Danramil 1607-01/SBW.beserta seluruh anggotanya,  Pimpinan Ponpes Abubakar  Islamic Sumbawa,  Para Pengasuh dan guru Ponpes Abubakar serta para Santri lingkup Ponpes Abubakar yang berjumlah  kurang lebih  200 org. Kegiatan yang diawali dengan  pembacaan Kalam Ilahi kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari  Pimpinan Ponpes Abubakar yaitu Ustat Munajat SQ. Setelah sambutan dari Pimpinan Ponpes acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dandim 1607/SBW sekaligus memberikan materi sosialisasi pengarahan Panglima TNI.

Dalam kesempatan tersebut Dandim 1607/Sumbawa juga memberikan bantuan kepada Yayasan Ponpes berupa bantuan 100 kg beras.Kegiatan  yang dilaksanakan oleh Dandim 1607/Sumbawa ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan sosialisasi/pengarahan kepada seluruh penghuni Ponpes, namuan juga bertujuan untuk bersilaturrahmi agar hubungan antar Kodim dengan Ponpes terus terjalin dengan baik, sehingga nantinya dapat terus bersama-sama menjaga keamanan wilayah.

Dalam kesempatan tersebut Pihak Ponpes sangat menyambut positif kegiatan sosialisasi ini, dan pihak Ponpes sangat berterima kasih kepada Komandan Kodim dan jajaranya karena telah memberikan sosialisasi pengarahan Panglima TNI, dengan diberikanya sosialisasi ini, maka  dapat menambah pengetahuan dan Rasa Nasionalisme kami terhadap Bangsa dan Negara kita. Kami sangat bangga dengan Komandan Kodim Saat ini yang mana Selama 10 tahun belum pernah ada Dandim yg datang mengunjungi kami, baru Dandim sekarang yang datang di ponpes kami ini. Mudah-mudahan tali silaturrahim  ini dapat berlangsung terus-menerus, dengan Kedatangan Dandim dan jajaranya di pondok kami ini,  kami semua merasa diayomi dan kami juga merasa aman dalam melaksanakan proses belajar, mengajar di pondok kami, sekali lagi kami ucapkan terima kasih, semoga kegiatan kali ini mendapatkan pahala dari Allah SWT.  Dengan adanya kegiatan ini mari kita bersama-sama berdo’a dan  selalu memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa dan  semoga kita semua senantiasa  diberikan keimanan serta kekuatan dlm  mengabdi kepada Negara dan Bangsa yang kita cintai bersama. Korem 162/WB

Tanam Padi Bersama Masyarakat Sakra



Korem 162/WB
Senin, 21 Nopember 2016

Dalam rangka mensuskseskan pragram swasembada pangan Dandim 1615/Lotim Letkol Inf H Mustofa bersama Danramil Sakra dan seluruh anggota jajaran Kodim 1615/Lotim melaksanakan kegiatan Tanam Padi bersama masyarakat yang tergabung dalam kelompok Tani Mule Jati. Kegiatan tanam padi yang menggunakan lahan persawahan milik seorang anggota masyarakat yang bernama Amaq Acin dengan luas 50 are. Pelaksanaan tanam padi dengan system moderen  menggunakan pola tanam Jajar Legowo dengan bibit padi yang ditanam jenis ciliwung, Senin 21 November  2016 bertempat  di Dusun Lauk Desa Sakra Kec. Sakra.

Hadir dalam kegiatan tersebur Dandim 1615/Lotim Letkol Inf H Mustofa, Danramil sakra Kapten Inf LL Arik, pasi ter Kapten Inf Anowar, Danpos sakra Pelda LL Kajap, Babinsa sakra serka LL Mustamin, kadus lauk desa LL Saiful bahri, pekasih sakra amak Khaerul serta anggota koramil sakra dan masyarakat dgn jumlah 50 orang.

Bibit padi yg digunakan adalah jenis Ciliwung yang terkenal dengan keunggulannya, tahan hama dan tahan cuaca panas dengan bulir yang putih dan padat. Dalam penanamannya dengan pola Tanam Legowo system deret 12 : 1. (Korem 162/WB)

Minggu, 20 November 2016

Peringatan Ke-70 Hari Puputan Margarana



Pendam IX/Udayana
Minggu, 20 Nopember 2016
Upacara peringatan ke-70 hari Puputan Margarana dilaksanakan secara hikmad pada pukul 09.00 Wita, di Taman Makam Pujaan Bangsa Margarana Tabanan Bali. Kedatangan Ton Napak Tilas Pasukan I Gusti Ngurah Rai etape terakhir memasuki lapangan upacara dengan membawa panji-panji perjuangan dan surat sakti I Gusti Ngurah Rai.

Hadir dalam upacara Wakil Gubernur Bali sebagai inspektur upacara, Mayor Sus. Dedy Setiawan, S.H Kakum Lanud Ngurah Rai selaku Komandan Upacara. Peserta upacara terdiri Satsik Pemprov Bali, Barisan Pama TNI-Polri, Pasukan Bersenjata, Barisan Korpri dan Limas, Barisan Generasi muda dan Pramuka, Barisan SMA/SMK dan SMP, serta Tamu undangan dari pejabat Lingkungan Kodam IX/Udayana dan Polda Bali,  Forum SKPD, Veteran serta tokoh masyarakat.

Dalam upacara Wakil Gubernur Bali membacakan amanat Gubernur Bali diantaranya upacara peringatan ke-70 hari Puputan Margarana sebagai refleksi perjuangan masayarakat Bali dalam hal ini Pasukan Ciung Wanara yang telah melaksanakan perang habis-habisan (puput) dalam mengusir kedatangan Belanda di wilayah Bali. Kedatangan Belanda di Bali yang membawa kesengsaraan untuk masyarakat Bali. Suatu keharusan kita yang berada di wilayah yang sudah merdeka ini mempunyai kewajiban untuk melestarikan dan memperingatinya tiap tanggal 20 Nopember, melalui peningkatan persatuan dan kesatuan masyarakat.

Sebagai acara tambahan dalam Upacara Peringatan ke-70 hari Puputan Margarana dilaksanakan penyerahan piala, piagam dan hadiah napak tilas, peluncuran buku “Jiwa Semangat dan Nilai-nilai 1945 dalam Revolusi Fisik di Bali, Mepeed oleh warga Desa Adat Klaci Marga, peletakan karangan bunga oleh Inspektur upacara dan tabor bunga, Kunjungan ke Musium Perjuangan Ngurah Raid an Kunjungan ke Stand Pesta Rakyat di areal Taman Pujaan Bangsa Margarana. (Pendam IX/Udayana)