Kamis, 22 November 2018

Tradisi Korps Raport Pindah Satuan dan Penyerahan Peralatan Olahraga Kepada Persit di Yonif Mekanis 741/GN


Pendam IX/Udayana
Kamis, 22 November 2018

Dankima Yonif Mekanis 741/GN Kapten Inf Arman Adi Wibowo, memimpin acara Tradisi Korps Raport pindah satuan Bintara dan Tamtama Yonif Mekanis 741/GN. Sebanyak 2 orang anggota yang terdiri dari 1 Bintara dan 1 Tamtama akan dilepas dan akan menuju satuan Balak dan Teritorial di jajaran Kodam IX/Udayana. Acara tersebut digelar di Lapangan Apel Mako Yonif Mekanis 741/GN Jembrana, Kamis (22/11).

Danyonif Mekanis 741/GN Mayor Inf Hendra Saputra, dalam amanatnya yang disampaikan oleh Dankima menyampaikan bahwa pindah satuan dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan bagi pengembangan karier personel, penyegaran organisasi dan tuntutan penugasan yang beragam, dan bermuara pada pencapaian kinerja yang semakin baik dan profesional serta secara moril dituntut untuk ikut memelihara, menjaga dan mempertahankan nama baik satuan yang sudah ditinggalkan.

Selain itu Danyon juga berpesan, bagi seorang prajurit di satuan manapun bertugas harus selalu siap berbakti dan mengabdi sesuai dengan janjinya pada saat pertama kali menjadi prajurit yaitu “selalu siap ditempatkan dimana saja”. Selain itu, perlu disadari bahwa jabatan merupakan amanah yang harus diterima dengan rasa syukur disertai dengan tuntutan untuk bekerja keras dan berfikir secara bijak serta nantinya akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Tuhan YME.

Adapun anggota yang pindah satuan antara lain adalah Sertu Zuanles Midkhol akan pindah satuan ke Kesdam IX/Udayana, dan Praka Komang Ariwibawa akan pindah satuan ke Korem 163/WSA.

Usai acara Tradisi Korps Raport pindah satuan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan peralatan olahraga dari Dankima kepada Ketua Persit Cabang XLIII Yonif Mekanis 741 PD IX/Udayana Ny. Hendra Saputra, sebagai upaya pembinaan Persit terutama pada saat ditinggal suami melaksanakan penugasan di perbatasan RI-RDTL sampai kurang lebih 9 bulan yang akan datang. (Pendam IX/Udayana)

Jelang Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup 8 Tahun 2018, Kapendam Gelar Konferensi Pers


Pendam IX/Udayana
Kamis, 22 November 2018

H-2 perhelatan kejuaraan Nasional Yongmoodo Kasad Cup 8 tahun 2018 yang digelar di Bali, empat puluhan wartawan media cetak, elektronik dan online mengikuti konferensi pers yang digelar Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto G, S.I.P, Kamis (22/11) di Aula Penerangan Kodam IX/Udayana.

Pada kesempatan tersebut dihadapan awak media Kapendam menjelaskan latar belakang sejarah olahraga seni bela diri Yongmoodo asal Korea Selatan ini masuk menjadi olahraga beladiri wajib Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat sejak tahun 2008 mengingat TNI sebagai garda terdepan dalam mempertahankan NKRI, seni bela diri Yongmoodo ini diharapkan dapat mewujudkan watak dan sifat patriotisme dengan mengandalkan ketepatan, kecepatan dan kekuatan dalam duel jarak dekat dengan tangan kosong, sehingga wajib dikuasai oleh anggota TNI Angkatan Darat.

Kemudian disampaikan juga bahwa TNI Angkatan Darat wajib mendukung program pemerintah salah satunya melalui Kejuaraan Nasional Bela Diri Militer Yongmoodo, TNI berkeinginan mengambil bagian dalam memasyarakatkan olehraga dan mengolahragakan masyarakat.

Sejalan dengan itu, pada tahun 2018 Kodam IX/Udayana mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggaraan event Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup 8 yang akan dimulai dari tanggal 24 sampai dengan 30 Nopember 2018 di Gor Praja Raksaka Kepaon, mengusung tema “Jago Bela Diri, Berjiwa Ksatria Dan berprestasi” dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan bela diri Yongmoodo di lingkungan TNI-AD yang jago bela diri dan memiliki fisik prima dengan sasaran untuk menjaring atlet bela diri yongmoodo yang berpotensi di lingkungan TNI-AD dan tersosialisasinya olag raga ini dikalangan masyarakat.

Selanjutnya Kapendam menyampaikan jumlah kontingen yang sudah mendaftar sampai pada H-2 sebanyak 42 kontingen, 21 dari kalangan Militer dan 21 dari kalangan Pengda Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI) dengan menurunkan wasit 43 orang dari Kodam-Kodam, Kodiklat, Kostrad, Akmil, Federasi Yongmoodo Indonesia dan dari Disjasad, serta dengan jumlah atlet dan official secara keseluruhan 705 orang.

Adapun katagori yang dipertandingkan antara lain, katagori Perorangan Putra, Perorangan Putri, Beregu RTG dan Beregu Putra, dengan memperebutkan 85 medali, 32 medali untuk Perorangan Putra, 16 medali untuk Perorangan Putri, 9 medali untuk Beregu RTG dan 28 medali untuk Beregu Putra.

Ketentuan umum dalam pertandingan menggunakan ketentuan dan peraturan pertandingan Federasi Yongmoodo Indonesia dan Bujuknik BDM (Kep Kasad No: KEP/385/VI/2015) dengan sistem gugur, katagori kelas sesuai dengan timbangan berat badan dan masing-masing Kotama/Balakpus/Pengda hanya diperbolehkan mengikutkan 1 orang atlet pada tiap kelas dan atlet perorangan bisa ikut dalam kelas beregu. Demikian tutup Kapendam dalam Konferensi Pers yang digelar di Aula Pendam IX/Udayana. (Pendam IX/Udayana)

Tingkatkan Kemampuan Aparat Kewilayahan, Korem 162/WB Gelar Latihan Teknis Teritorial


Pendam IX/Udayana
Kamis, 22 November 2018

Perkembangan dan kemajuan teknologi bagaikan pisau bermata dua, disatu sisi dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dimana masyarakat dengan mudah dapat mengakses berbagai informasi sehingga akan lebih menambah wawasan, dan disisi lain juga dapat memberikan dampak yang negatif bagi kehidupan. Dengan mudahnya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dapat menyebarkan berbagai pengaruh yang bersifat provokatif, sehingga sebagian masyarakat menjadi terpengaruh.

Selain itu, dengan kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi, mempermudah peredaran Narkoba serta berbagai tindakan kriminal lain terjadi dimasyarakat. Tanpa adanya filter berbagai pengaruh negatif tersebut dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat, hal tersebut jika dibiarkan tentunya dapat mengarah pada disitergasi bangsa yang dengan sendirinya mengoyahkan ketahanan baik dari tingkat daerah bahkan sampai skala nasional.

Untuk itu, dalam rangka mengantisipasi penyebaran pengaruh negatif perkembangan serta meningkatkan kepekaan,kepedulian dan kemampuan aparatur kewilayahan di wilayah, pada hari Rabu (21/11) bertempat di Kodim 1608/Bima tepatnya di gedung convention hall paruga nae Bima, Korem 162/WB menggelar latihan teknis teritorial Yang akan dilaksanakan selama 6 hari mulai tanggal 21-26 Nopember 2018.

Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan latihan ini yaitu untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan personel Kodim (Aparatur kewilayahan) agar memahami dan mampu melaksanakan kegiatan Binter yang bersinergi dengan tiga Pilar/Tripika/Forkopimda dalam pencegahan berkembangnya pengaruh negatif globalisasi maka diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kesalahan dalam pelaksanaan tugas pembinaan teritorial di wilayah.

Pada kesempatan tersebut, Kasrem 162/WB Letkol Inf Endarwan Yansori membacakan sambutan dari Danrem 162/WB yang intinya menekankan kepada seluruh prajurit yang bertugas di Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) jajaran TNI AD. Aparat komando kewilayahan (Apkowil) harus mampu mengolah potensi wilayah yang meliputi geografi, demografi, dan kondisi sosial, menjadi kekuatan untuk kepentingan pertahanan negara.

Sebagai Apkowil dituntut harus mempunyai kualitas dan kemampuan teknis yang dapat diandalkan, di antaranya memahami kemampuan teritorial, memahami sikap teritorial, memahami metode binter yang menjadi pedoman melaksanakan binter di wilayahnya. Laksanakan deteksi dini dan cegah dini guna meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk Ancaman disintegrasi bangsa, laksanakan kegiatan Komsos dengan segenap komponen masyarakat agar terjalin komunikasi yang baik antara aparat kewilayahan dengan masyarakat dan laporkan secara hierarki apabila menemukan hal-hal yang bersifat menonjol guna mengantisipasi perkembangan situasi yang akan ditimbulkan.

Selain itu Kasrem juga mengingatkan kepada seluruh prajurit, agar saat melaksanakan kegiatan latihan ini dengan serius dengan adanya kegiatan latihan ini, diharapkan para insan kewilayahan dapat benar-benar mengerti dan memahami bahwa pengaruh negatif dari proses globalisasi akan selalu ada, dapat muncul kepermukaan kapanpun secara tiba-tiba manakala kita lengah dan jika kondisinya memungkinkan. Untuk itu, terus tingkatkan kewaspadaan dan tetaplah menyatu dengan rakyat, karena dengan persatuan kita akan menjadi kuat sehingga tidak ada celah bagi setiap bentuk pengaruh negatif perkembangan jaman untuk menggoyahkan keutuhan NKRI.

Hadir pada acara pembukaan latihan teknis teritorial tersebut, Kolonel Arh M. Ali Mudjid Staf Ahli Bidang Potensi Wilayah Pusterad (Tim Asnis Pusterad), Kasrem 162/WB Letkol Inf Endarwan Yansori, Kasdim 1608/Bima Mayor Inf Hardani, Kepala Bapeda Kota Bima Bapak Darwis, S. H., DPD Kota Bima Bapak Samsuri, S.H., Penyelenggara dan Peserta Latihan. (Penrem 162/WB)

Dandim 1609/Buleleng Berikan Materi Wasbang di SMA Negeri 3 Singaraja


Pendam IX/Udayana
Kamis, 22 November 2018

Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Verdy De Irawan, S.H., M.Tr. (Han) memberikan materi wawasan kebangsaan kepada sejumlah pelajar di Buleleng, diantaranya Siswa SMA Negeri 3 Singaraja, Rabu (21/11).

Kegiatan yang diikuti sebanyak 80 siswa kelas 12 tersebut dimaksudkan untuk memperkuat jiwa nasionalisme di kalangan pelajar.

Sementara materi yang diberikan yaitu seputar empat konsensus kehidupan berbangsa dan bernegara yang terdiri Pancasila, UUD RI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Dandim, Pancasila sebagai sebuah ideologi adalah paham yang didasari oleh kesadaran berbangsa yang cukup kuat. Sedangkan esensi nilai-nilai Pancasila adalah nilai relegius, kekeluargaan, keselarasan, kerakyatan dan keadilan.

Dandim menambahkan, keragaman dalam satu kesatuan NKRI merupakan wujud Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar yang terdiri dari suku, agama, ras, bahasa, adat istiadat, budaya dan kharakteristik lainnya dari setiap penduduk yang mendiami pulau di wilayah NKRI ini.

"Keragaman harus menjadi kekuatan untuk bisa mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional dalam bingkai NKRI", tegas Letkol Verdy.

Lanjutnya, Bangsa Indonesia lahir dari keberagaman, berbagai etnis kumpul menjadi satu dalam satu lingkungan dengan berbagai penganut agama saling berkomunikasi satu sama lain dan hidup rukun antar umat beragama.

Hal ini sesuai dengan semboyan Bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika yang mengandung arti walaupun kita berbeda tetapi tetap satu. (Kodim 1609/Buleleng)

Rabu, 21 November 2018

Pangdam IX/Udayana Yakinkan KPU Provinsi Bali, "Pemilu Akan Berjalan Dengan Lancar, Aman Dan Damai"


Pendam IX/Udayana
Rabu, 21 November 2018

Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto,S.I.P, pada hari Rabu (21/11) menerima kunjungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali, di ruang tamu Pangdam IX/Udayana.

Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gd Lidartawan beserta rombongan tiba di Makodam IX/Udayana pada pukul 13.15 .wita diterima langsung oleh Pangdam IX/Udayana didampingi oleh para pejabat teras Kodam IX/Udayana antara lain, Danrem 163/Wira Satya, Asintel Kasdam IX/Udayana, Asops Kasdam IX/Udayana, Aster Kasdam IX/Udayana dan Kapendam IX/Udayana.

Dalam kunjungan tersebut Ketua KPU Provinsi Bali, mengawali pertemuan dengan ucapan terimakasih atas kesediaan Pangdam IX/Udayana beserta para pejabat teras Kodam IX/Udayana menerima kunjungannya ditengah kesibukan yang padat, selanjutnya Ketua KPU memperkenalkan diri dan staf yang mendampinginya secara singkat. 

Sebagai inti pertemuan Ketua KPU menyampaikan tujuannya beraudiensi dengan Pangdam IX/Udayana selain bersilaturahmi tidak ada lain adalah untuk melaporkan tahapan penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 mendatang.

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Pemilu, KPU Provinsi Bali melaporkan tahapan Pemilu terkait dengan teknis penyelenggaraan serta langkah-langkah yang ditempuh KPU Provinsi Bali dalam mempersiapkan penyelenggaraan Pemilu 2019 mendatang antara lain, melakukan koordinasi dengan instansi terkait termasuk dengan Kodam IX/Udayana serta sekaligus memohon dukungan pengamanan agar Pemilu dapat berjalan dengan lancar, pihaknya juga mengaku merasa telah terbantu oleh para Dandim yang ada di daerah baik dalam pengamanan maupun dalam pelaksanaan sosialisasi kepada Pegawai Negeri Sipil di lingkungan TNI.

Sementara Pangdam IX/Udayana menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungan KPU Provinsi Bali ke Kodam IX/Udayana, Pangdam memberikan apresiasi terhadap kinerja KPU Provinsi Bali dalam mempersiapkan penyelenggaraan Pemilu 2019 mendatang dengan harapan agar hajatan pesta demokrasi Pemilu dapat berjalan dengan lancar, jujur adil dan aman, pada prinsipnya Kodam IX/Udayana siap memberikan dukungan sesuai dengan prosedur dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dengan memonitor pelaksanaan pengamanan serta mengevaluasi sejauh mana pesta demokrasi dapat berjalan dengan lancar, aman dan damai.

Pangdam juga meyakinkan KPU bahwa Pemilu mendatang akan dapat berjalan dengan lancar, aman dan damai, untuk  itu KPU diharapkan dapat bekerja secara profesional dan melaksanakan sosialisasi agar masyarakat paham dengan tahapan dan tatacara pelaksanaan Pemilu. 

Kemudian terkait dengan netralitas TNI sesuai dengan komitmen akan senantiasa ditegakkan dan dapat terjaga dengan baik serta tidak ada tekanan kepada KPU dalam memberikan sosialisasi kepada Pegawai Negeri Sipil di lingkungan TNI termasuk sampai ke daerah-daerah, demikian tegas Pangdam.

Acara audiensi berjalan dengan lancar dan penuh kekeluargaan, diakhiri dengan foto bersama, selanjutnya Ketua KPU beserta rombongan mohon diri meninggalkan Kodam IX/Udayana. (PendamUdy)

Panglima Kogasgabpad Serahkan Kunci Rumah Kepada Warga Lombok


Pendam IX/Udayana
Rabu, 21 November 2018

Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Rehabilitasi dan Rekonstruksi NTB Mayjen TNI Madsuni, SE., didampingi Wapang Kogasgabpad Laksma TNI Nur Singgih, Bupati KLU Dr. H. Najmul Ahyar, SH. MH., Dansatgas Kogasgabpad Kolonel Inf Farid Makruf serta Dansektor 2 Kolonel Inf Dody, menyerahkan kunci Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) secara simbolis kepada Inaq Kadek perwakilan warga Dusun Temuan Sari Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Selasa (20/11/2018).

Dalam sambutannya, Panglima Kogasgabpad menyampaikan bahwa 10 unit Risha dibangun oleh anggota Yonzikon 12/Karana Jaya yang pembangunannya dilaksanakan selama 10 hari  dan diberikan kepada Pokmas yang sudah memiliki kelengkapan secara administrasi.

“Pembangunan rumah Risha ini sebagai percontohan untuk Desa Akar-Akar maupun KLU sehingga diharapkan masyarakat khususnya yang berada di wilayah KLU tidak ada keraguan lagi untuk membangun rumah Risha,” ungkapnya.

Selanjutnya, Panglima Kogasgabpad menyampaikan bahwa massa tugas Kogasgabpad tinggal beberapa waktu lagi, rencananya Rabu, 21 November esok hari seluruh personel TNI yang tergabung dalam Kogasgabpad gelombang terakhir sudah meninggalkan Lombok melalui pelabuhan Carik Bayan.

Terkait massa tugas Kogasgabpad di NTB yang akan berakhir, Mayjen TNI Madsuni mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama masyarakat NTB serta instansi terkait lainya dalam membantu pemulihan kembali NTB pasca gempa.

“Apabila ada hal-hal yang kurang berkenan baik tutur kata maupun tingkah laku prajurit selama dalam melaksanakan tugas di Lombok atas nama Kogasgabpad maupun pribadi saya mohon maaf,” ujarnya. 

Sementara itu Sekda KLU Drs. H. Suardi dalam sambutannya menyampaikan gempa Lombok yang terjadi beberapa waktu lalu, KLU yang paling parah, namun atas bantuan dan peran Kogasgabpad dengan semangat, tulus dan ikhlas masyarakat KLU sangat terbantu. “Ini sesuai dengan slogan TNI Manunggal dengan Rakyat serta sebagai bentuk kecintaan TNI kepada rakyatnya,” ucapnya. 

“Semua bantuan dan karya dari prajurit TNI semoga tercatat sebagai amal ibadah dan diberikan balasan yang lebih baik dari Allah SWT,” ujarnya

Turut hadir dalam acara penyerahan kunci rumah warga, Para Asisten Kogasgabpad, Staf Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Muspika Se-Kabupaten  Lombok Utara, Kades beserta Kadus dan masyarakat setempat. (Puspen TNI)

Sambut Hari Juang Kartika Tahun 2018, Kodim 1622/Alor Bersama Masyarakat Laksanakan Penghijauan


Pendam IX/Udayana
Rabu, 21 November 2018

Dalam rangka menyambut Hari Juang Kartika Tahun 2018, Kodim 1622/Alor melaksanakan penghijauan di Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Selasa (20/11/2018) yang dipimpin langsung oleh Kasdim 1622/Alor, Mayor Inf Ketut Sudiarta,SH., MH.

Dalam arahannya, Kasdim menyampaikan bahwa dalam rangka menyambut Hari Juang Kartika Tahin 2018, Kodim 1622/Alor tidak hanya melaksanakan bakti penghijauan, ada juga kegiatan lainnya seperti bakti sosial donor darah, khitanan masal, pengobatan masal, bedah rumah, pemebrian tali asih kepada warakauri/veteran dan warga tidak mampu.

Hari ini kita melaksanakan penghijauan dengan tujuan untuk hijaukan lingkungan, hijaukan hutan dan untuk menjaga ekosisten lain yang akan hidup di dalamnya. Terutama lagi untuk menyediakan oksigen bagi makluk hidup.

“Tugas kita sekarang menjaga hutan tetap hijau. Menjaga agar hutan tidak ditembang maupun dirusak sembarangan sehingga kehidupan ekosistemnya tidak mengalami kepunahan, dan kita juga sebagai manusia tidak kekurangan sumber air”, kata Kasdim.

Kasdim juga mengingatkan, sebagai pemuda harus punya tanggungjawab terhadap keberlangsungan lingkungan hidup, keberadaan hutan harus tetap dijaga oleh pemuda masa sekarang sebagai generasi penerus. Hari ini kita akan tanam bibit kelapa, mangrove dan juga moringa (marungga).

“Adik-adik pemuda harus punya kepedulian, harus punya tanggungjawab moril untuk merawat dan menjaga hutan tetap lestari. Hutannya lestari maka semua yang bergantung dengan kebwradaan hutan pasti hidup baik,” pesan Kasdim.

Kepada para Babinsa, agar selalu memberikan informasi terus menerus kepada masyarakat untuk turut peduli dalam menjaga dan melindungi keberadaan hutan sekitarnya.

“Ingatkan masyarakat, budayakan tanam ganti 10 pohon setelah menebang satu pohon. Ini akan menjadi luar biasa dalam beberapa tahun kedepannya. Babinsa turut berperan disana, jangan ikut dalam tindakan pengrusakan hutan”, tegas Kasdim.

Ditambahkan Kasdim, kegiatan ini juga untuk terus mempererat hubungan kemanunggalan TNI-Rakyat yang selama ini terjalin, serta sebagai wujud pengabdian TNI kepada rakyat sesuai tema “TNI AD Mengabdi dan Membangun Bersama Rakyat”, tambahnya.

Kegiatan penghijauan dihadiri oleh Kasdim Pasiopdim 1622/Alor Kapten inf Sumardi, Pasilodim 1622/Alor Letda Inf Doris Banik, para Bintara Staf dan anggota Babinsa Koramil jajaran, maayarakat Desa Alila Timur, pemuda masjid Alila serta pemuda gereja GMIT Fuilaana Lawahing. (Kodim 1622/Alor)