Minggu, 07 Februari 2021

Rapid Test Antigen Ditarget 2000 Setiap Hari di Bali, Baru Tercapai 25 Persen



Denpasar - Korem 163/ Wira Satya beserta Jajaran berupaya konsisten melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pendisiplinan dan penegakkan protokol kesehatan dengan penerapan 3M sertav 3T dan diantaranya dengan menggelar layanan Rapid Test Antigen.

Hal ini menyikapi perintah dari Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto saat mengunjungi Bali pada Kamis (04/02) lalu. Terhadap perintah itu, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., menyebut layanan itu telah diintensifkan. Salah satunya digelar di rumah ibadah seperti Masjid

"Kami terus sosialisasikan. Imbauan kami, nggak usah takut dengan itu (Rapid Test Antigen) karena itu membantu meyakinkan diri kita dan meyakinkan orang lain sehat serta memutus mata rantai penyebaran COVID-19", jelasnya Jumat (05/02/2021) di Makorem, Jalan Sudirman, Denpasar.

Danrem menerangkan layanan Rapid Test Antigen akan rutin digelar di tempat umum hingga 8 Februari 2021 mendatang. Setiap harinya dialokasikan  sebanyak 50 sampai 100 kit antigen di masing-masing daerah yang dikoordinator oleh Kodim Jajaran.

Berdasarkan arahan pemerintah pusat, pemeriksaan dilakukan terhadap 2000 warga setiap hari.

"Kita masih jauh dari itu. Mungkin baru 25 persen", sebutnya.

Mengenai respon masyarakat untuk mengikuti Rapid Test Antigen, Danrem menyebut masih beragam. Ada yang atas kesadaran diri sendiri, ada juga yang harus dijelaskan terlebih dahulu.

 "Ada yang takut, jangan-jangan positif. Ya macam-macam lah responnya", imbuhnya.

Terhadap capaian tes yang hanya 25 persen dari target pemerintah pusat, Danrem menyebut belum bisa menyimpulkan. Menurutnya itu baru bisa diukur setelah layanan ini berakhir pada 8 Februari 2021 mendatang.

"Belum, masih kita evaluasi. Masih proses. Kan belum selesai. Sampaikan tanggal 8 (Februari), makasih ya," tutup Danrem.

Tentang sejumlah warga yang menilai Rapid Test Antigen tidak efektif mendeteksi COVID-19, Danrem menilai hal itu bergantung persepsi masing-masing. Namun dalam kepentingan mengendalikan pandemi, dia menilai layanan ini amat bermanfaat. Rapid Test Antigen menurutnya adalah bagian dari upaya penelusuran orang tanpa gejala atau OTG. (Penrem 163/Wira Satya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar