Sabtu, 21 Juli 2018

Kompak TNI Polri Tuntaskan Program TMMD


Dua institusi pertahanan dan keamanan TNI Polri menunjukan sinergitasnya dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 102 tahun 2018 Kodim 1615/Lotim Nusa Tenggara Barat (NTB). Kebersamaan dan kekompakan tersebut dapat dilihat mulai Selasa minggu lalu sejak pembukaan TMMD dilapangan umum Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur.

Hari ini Jumat (20/7) Sinergitas tersebut kembali terlihat, mereka kompak dan sehati saat menggulingkan gorong-gorong menuju posisi pemasangannya agar gorong-gorong tidak pecah ataupun rusak.

Ini mendapat apresiasi dan simpati masayarakat setempat, salah satunya Amaq Cilkun. "Kami merasa senang dan kagum dengan kekompakan TNI Polri saat bekerja, kerukunan yang ditunjukan ini bisa kami jadikan sebagai teladan dan panutan untuk menumbuhkan kebersamaan khususnya di kampung", ungkapnya.

Terpisah, Dan SSK TMMD ke 102 Kapten Inf Bimo Sakti menyampaikan personel yang terlibat TMMD ini selain anggota TNI AD, juga ada TNI AL, TNI AU dan Kepolisian dari Polres Lotim. "Mereka harus kerjasama dengan kompak menyelesaikan tugasnya sesuai dengan sasaran masing-masing", sebutnya.

Dikatakannya, Sinergitas TNI Polri tidak hanya sekedar slogan namun benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari seperti Babinsa dan Babinkamtibmas bersama Kepala Desa bersinergi melaksanakan pembinaan dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat', pungkasnya.

Terlibat TMMD, Babinsa Wakan Tetap Monitor Desa Binaannya


Masyarakat Desa Wakan Masih Kekurangan Air Bersih.

Kehidupan masyarakat Desa Wakan Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur hingga saat ini masih menyisakan kepedihan, apalagi saat ini sudah mulai musim panas atau kemarau mengingat Desa Wakan sering mengalami kekurangan air terutama air bersih untuk minum maupun memasak.

Disela-sela kegiatan TMMD ke 102 tahun 2018 Kodim 1615/Lotim, Babinsa Wakan Koramil 1615-04/Keruak Serda Nyoman Pulih masih berusaha mengikuti perkembangan desa binaannya yang juga merupakan lokasi sasaran TMMD sekarang.

Menurutnya, pada musim kemarau seperti ini biasanya dari instansi dinas-dinas Pemerintah Daerah yang terkait berupaya menyalurkan bantuan air bersih ke penduduk yang memang kesulitan dengan air bersih.

"Apabila bantuan kurang, maka terkadang harus membeli dengan harga bervariasi pertangki", ujarnya.

Samsul soerang sopir tangki air membenarkan ucapan Babinsa Wakan, Ia setiap hari mengantar air bersih seharga 25 ribu sampai 70 ribu pertangki ribu bahkan hingga 150 ribu tergantung jauh dekatnya jarak rumah warga yang memesan atau membeli.

"Pekerjaan mengangkut air bersih ini saya lakoni sudah hampir dua bulan sejak musim kemarau. Namun bila musim hujan, masyarakat tidak ada lagi yang membeli air karena ada bendungan maupun sumber-sumber air yang memang sudah disiapkan warga", pungkasnya.

Wilayah pelosok Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur yang berbatasan dengan Kabupaten Lombok Timur setiap tahun pada musim kemarau sering mengalami kekeringan akibat kekurangan air.

Walau Terkikis, Budaya Gotong Royong Masih Tetap Ada Dikampung



Budaya gotong royong khususnya di masyarakat pedesaan memang masih ada walaupun sudah mulai terkikis. Perasaan malu akan muncul jika tidak ikut bergabung bersama warga yang lain saat bergotong royong. Itulah yang dirasakan Inaq Mahnim seorang warga Dusun Embung Dalem Desa Sukaraja Kecamatan Jerowaru Lombok Timur, NTB.

Kesehariannya yang sibuk di sawah pada musim tanam ini membuatnya belum bisa bergabung bersama warga yang lain bergotong royong. "Alhamdulillah hari ini baru bisa ikut bergotong royong membantu Babak-Bapak Tentara dan Polisi karena sibuk di sawah", ungkapnya.

Ia bersama anaknya yang masih balita rela membantu personel Satgas TMMD bekerja menyelesaikan penembokan tempat wudhu Musholla Nurul Islam, namun dari Personel TMMD tidak tega melihatnya bekerja sambil membawa anaknya yang masih belita. Namun Inaq Mahnim mengungkapan perasaan senang bisa hadir bergotong royong bersama masyarakat dan TNI.

Ditempat terpisah, Pasiter Kodim 1615/Lotim Kapten Inf Safii disela-sela kesibukannya menyampaikan pelaksanaan TMMD ini sebagai salah satu upaya untuk melestarikan dan menggiatkan kembali budaya gotong royong yang sudah mulai hilang di masyarakat.

"Kita berharap dengan bergotong royong, program TMMD khususnya sasaran fisik dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang optimal", sebutnya.

TMMD ke 102 Berikan Penyuluhan Kesehatan Lingkungan



Satgas TMMD ke 102 Tahun 2018Kodim 1615/Lotim menggelar kegiatan non fisik di Dusun Senanti Desa Sukadamai Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur NTB, Kamis malam (19/7).

Dalam hal ini Kodim 1615/Lotim menggandeng Dinas Kesehatan setempat untuk memberikan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan penyuluhan kesehatan lingkungan yang digelar setelah sholat Isya berjamaah tersebut disambut antusias warga dusun setempat dengan mendatangi Musholla Al Anshor tempat acara.

Mawardi selaku Narasumber yang diutus mewakili Dinas Kesehatan dihadapan puluhan peserta mengatakan kesehatan sangat penting bagi kita karena harus sehat dulu baru bisa bekerja.

"Ada beberapa jenis penyakit yang biasa terjadi di masyarakat pedesaan yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak bersih seperti demam berdarah dan muntah berak (Muntaber)", kata Mawardi.

Hal tersebut dapat dihindari sambungnya, dengan tetap menjaga lingkungan yang bersih dan sehat dari segala kotoran maupun kaleng-kaleng bekas yang dapat menyimpan air, membersihkan bak mandi dirumah sehingga nyamuk tidak dapat berkembang biak ditempat tersebut.

Selain itu juga disampaikan agar masyarakat mengatur pola makan dan gaya hidup sehat agar tidak dihinggapi penyakit diabetes, asam urat, kolesterol, hipertensi, jantung, stroke ataupun gangguan ginjal.

Sementara Dan SSK Kapten Inf Bimo Sakti menyampaikan penyuluhan ini dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan TMMD dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kesehatan lingkungan maupun penyakit berbahaya yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat.

Melalui Program TMND Mimpi Elis Dan Rahmidi Terwujud


Ada yang unik saat TMMD di Kabupaten Subang,  mereka adalah Elis dan Rahmidi dengan pancaran wajah  bahagia turut program bedah rumah TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Elis dan Rahmidi warga Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Subang, rumahnya yang dulu berdinding bilik bambu dan nyaris roboh, dalam 10 hari ini sudah berdiri kokoh dengan dinding permanen.

Meskipun belum tuntas sepenuhnya, namun mimpi Elis san  Rahmidi memiliki rumah yang tak lagi bocor belasan tahun lalu kini telah terwujud.

Elis (40) putri Ramidi menempati rumah berukuran 42 meter persegi sejak puluhan tahun. Rumahnya itu sejak belasan tahun lalu sudah mulai tak nyaman untuk ditempati, karena sudah mulai lapuk dan rapuh.

Kondiisi rumahnya memprihatinkan dinding rumah terbuat dari bilik bambu, genteng mulai retak dan pecah sehingga bocor saat turun hujan,  lantai rumah mulai ambrol, S
sementara pada bagian depan rumah, penyangga atap rumah sudah miring.

Kebahagian bukan hanya milik Rahmidi,  Elis pun ikut bahagia. Elis yang sehari-hari menjaga dan merawat kedua orang tuanya itu tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, bahkan, dia ikut sibuk dan membantu menyiapkan adukan pasir dan semen untuk anggota Satgas TMMD yang sedang membangun rumahnya.

Kebahagian Elis, bukan saja karena sebentar lagi memiliki rumah yang layak huni lebih dari itu, dengan rumah permanen, ibunya yang sudah tak lagi banyak aktivitas karena lumpuh itu, hidup lebih nyaman. "Ibu udah gak kemana-kamana, karena sakit. Sementara bapak sudah tua juga," kata Elis.

Program bedah rumah TMMD ke 102, semula direcanakan hanya bersifat rehab, namun karena kondisi material rumah itu tidak memungkinkan untuk rehab sebagian, sehingga Satgas TMMD membedah secara keseluruhan atas permintaan keluarga Rahmidi
 "kalau gak dibangun semua ya gimana, karena kondisinya kan seperti itu," jelas Elis.

Elis tak mempermasalahkan jika dia harus menyiapkan kebutuhan material yang tidak tersedia dakam program TMMD bahkan, Elis mengajak keluarga dan tetangganya untuk ikut bersama anggota Satgas TMMD mengerjakan rumah yang ditempatinya. "biar kokoh, sekali bangun untuk selamanya," imbuhnya

Di hari ke-10 TMMD, rumah keluarga Elis kini sudah memasuki tahap pengerjaan atap  banyak perubahan dari rumah sebelumnya, jika sebelum direhab rumah ini menghadap ke samping, kali ini rumah Rahmidi menghadap ke jalan dengan disain dan interior mengesankan.

 Sementara untuk jumlah kamar, jika sebelumnya hanya dua kamar tidur, kali ini ada tiga kamar tidur, ruang tamu, dapur dan lengkap kamar mandi.

Ade Rahmat, seorang warga Desa Cirangkong mengapreisasi dengan program TMMD, khususnya untuk segmen fisik, seperti membangun jalan dan bedah rumah. Ade mengatakan, di luar 10 rumah yang mendapat program bedah rumah, masih banyak rumah yang harus dibangun, yang tidak tersentuh program Rutilahu, meskipun sudah di data, karena faktor kuota bantuan. "Syukur alhamdulillah, dengan adanya TMMD banyak warga di sini yang terbantu," jelas Ade

Ade pun berharap, ke depan kuantitas program TMMD lebih diperbanyak lagi  dengan demikian, banyak rumah warga yang bisa mendapatkan program bedah rumah TMMD.

 "Kalau harus dibandingkan, apa yang dilakukan Satgas TMMD ini, belum tentu bisa dilakukan dengan program Rutilahu dari pemerintah, karena nominal bantuannya kan terbatas. Nah kalau TMMD ini kan, ya materialnya yang tenaga dan dikerjakan sampai tuntas. Ini yang membuat saya salut dengan kegiatan TMMD," kata Ade yang ditokohkan di lingkungannya.

Dandim Subang Letkol Inf Fikri Ferdian mengatakan, program TMMD ini salah satunya menyentuh soal kesejahteraan masyarakat. Ini ditandai dengan kepemilikan rumah layak bagi warga. "Diantaranya menyangkut kesejahteraan masyarakat. Melalui program ini, bersama-sama Pemkab kita membuat rumah tidak layak huni menjadi layak huni," katanya

Kodim Subang menurunkan 150 personil dari TNI AD, AU dan AL dalam Program TMMD yang digelar hingga 8 Agustus mendatang. Siang malam, personil TNI yang dibantu warga, Ormas dan pemerintah setempat itu, terus bekerja membenahi ruas jalan penghubung ini.

Selain membuka dan membenahi jalan penghubung itu, pada TMMD ini, personil TNI merehab 10 rumah warga, empat Mushola dan Pos Kamling. Sementara untuk kegiatan nonfisik diantaranya akan melakukan penyuluhan opertanian, pengobatan gratis, aksi berbagi, penyuluhan hukum dan lainnya dengan melibatkan intansi pemerintahan setempat.

Jumat, 20 Juli 2018

Pangdam II/Sriwijaya Bersama Kapolda Sumsel Tinjau Pemadaman Kebakaran Hutan


PALEMBANG- Pangdam II/Sriwijaya, Mayor Jendral TNI AM Putranto bersama Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dan Kepala BPBD Sumsel Iriansyah memantau langsung proses pemadaman kebakaran hutan di Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

"Kita ingin pastikan proses pemadaman kebakaran hutan berjalan dengan baik dan lancar. Telah ada 600 personel gabungan yang dikerahkan dan disebar dalam 60 tim ke titik-titik merah," ujar Mayjen TNI AM Putranto, didampingi Komandan Satgas Penanggulangan Karhutla Sumsel, Kolonel Inf Imam Budiman, Jumat (20/7).

Menurut AM Putranto, kebakaran hutan ini harus segera dipadamkan. Sebab pada Agustus mendatang, Sumatera Selatan menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan Asian Games. Dikhawatirkan jika tidak, akan ada paparan asap yang menuju ke wilayah Palembang.

Dari data yang diperolehnya dari Satgas Penanggulangan Karhutla Sumsel, ada 53 wilayah yang rawan karhutla. Dan 33 titik, asapnya bisa mengarah ke kawasan Jakabaring, venue Asian Games.

"Tim telah berhasil melakukan pemadaman bersama regu pemadam perusahaan dan masyarakat peduli api. Lalu dilanjutkan juga dengan mengerahkan helikopter untuk water bombing, agar lahan basah," ungkapnya.

Sementara Irjen Pol Zulkarnain Adinegara sebelumnya telah menegaskan segera melakukan penyidikan penyebab kebakaran hutan kali ini. Ia pun mengharap peran serta masyarakat sekitar menjaga alam.

"Menurut pengamatan kami, ini bukan bencana alam. Namun (sengaja) dibakar. Oleh karena itu, kami fokus melakukan penyidikan. Saya harap masyarakat sadar untuk tidak melakukan pembakaran. Mari bersama menjaga lingkungan untuk keberlangsungan hidup anak cucu," tandasnya. (Badar)

Pangdam IX/Udayana : Terorisme Dan Narkoba Merupakan Kejahatan Luar Biasa


Pendam IX/Udayana
Jumat, 20 Juli 2018

Pada Jumat (20/7) Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P, memberikan pengarahan umum dan sekaligus melepas KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (Tematik) Universitas Udayana Periode XVII Tahun 2018 di Gedung Widya Sabha, Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran, Kabupaten Badung.

Pangdam pada intinya menyampaikan Bangsa Indonesia meliki kekayaan alam yang luar biasa dan disamping itu Bangsa Indonesia juga menghadapi ancaman kejahatan secara terorganisir yang sangat dirasakan saat ini diantaranya adalah terorisme dan narkoba, kejahatan ini bukan merupakan kejahatan biasa melainkan merupakan kejahatan luar biasa yang dapat merusak mental generasi muda bangsa Indonesia.

Bangsa Indonesia saat ini juga mengalami krisis karakter budaya karena adanya pengaruh kemajuan teknologi yang canggih dan dapat melemahkan kekuatan bangsa Indonesia, untuk itu  diharapkan kepada para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dapat mencegah semua ancaman yang datang dari dalam maupun dari bangsa lain, mahasiswa Universitas Udayana sebagai generasi muda harus memiliki ciri sesuai visi dan misi yakni sebagai generasi muda yang unggul, mandiri, bermutu, berbudaya saing dan berkarakter yang baik, serta menjadi generasi penerus yang cerdas, berkarakter Pancasila, memiliki jiwa dan semangat sebagai Patriot Bangsa Indonesia yang lebih maju

Pangdam juga menyampaikan bahwa, KKN PPM merupakan tugas mahasiswa sebagai perwujudan nyata keterkaitan dunia kampus dengan masyarakat dan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan konteks Tri Dharma Perguruan Tinggi, saya selaku Pangdam IX/Udayana menitipkan kepada adik-adik mahasiswa yang berbasis pendidikan untuk dapat menjaga nama baik almamater kampus Universitas Udayana, jadikan momen KKN PPM ini sebagai media berkomunikasi dengan masyarakat sesuai dengan dasar dan nilai-nilai Pancasila dimana Pancasila memiliki makna yang luar biasa yang mengadung segala unsur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yakinlah bahwa Pancasila sebagai ideologi negara dapat menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, kuat dan berjaya, demikian pinta Pangdam.

Selanjutnya Pangdam melepas 3.426 orang mahasiswa Peserta KKN Tematik Unud 2018 dari 13 Fakultas yang ada di Universitas Udayana ditandai dengan penyematan topi KKN kepada perwakilan yang ditunjuk serta diiringi ucapan selamat melaksanakan tugas KKN PPM, jaga nama baik civitas akademika Universitas Udayana dimanapun berada.

Hadir pada kesempatan tersebut para pejabat antara lain, Asrendam IX/Udayana, Kolonel Arm A Mutaqim, Dandim 1611/Badung, Rektor Unud, Prof.Dr. dr A.A Raka Sudewi, Sp.S (K), Ketua LPPM Unud, Ketua Pelaksana KKN Unud, Wakil Rektor, Para Pembantu Rektor, Para Dekan, Para Pembantu Rektor, para Dosen Unud dan perwakilan Kepala Desa daerah sasaran KKN. (Pendam IX/Udayana)