Kupang - Korem 161/Wira Sakti menggelar sosialisasi Pembinaan Ketahanan Pangan di wilayah Korem 161/Wira Sakti TA. 2021 dengan menggandeng Dinas Pertanian dan BPTP Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bertempat di Aula Sudirman Jln. W.J. Lalamentik Oebufu Kota Kupang, pada Rabu, (2/6/2021).
Kegiatan yang dihadiri oleh Kasiter Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel Inf Seniman Zega, S.H didampingi Pasi Binwanwil Ster Korem 161/Wira Sakti Mayor Inf Peter G.Untayana, Para Pasiter Kodim Jajaran Korem 161/WS serta perwakilan Babinsa dari seluruh Kodim jajaran Korem 161/Wira Sakti dalam kegiatan tersebut menghadirkan 2 orang narasumber yaitu ibu Maria K Tuames, Sp. dan bapak Stefanus Janis, Sp.
Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P.,M.M dalam sambutannya yang di bacakan oleh Kasiter Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel Inf Seniman Zega, S.H menyampaikan bahwa Ketahanan pangan merupakan suatu sistem yang terdiri dari subsistem ketersediaan, distribusi, dan konsumsi. Sub sistem ketersediaan pangan berfungsi menjamin pasokan pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk di wilayah, baik dari segi kuantitas, kualitas, keragaman dan keamanannya.
Oleh sebab itu Pemerintah melalui para pelaku pertanian melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan secara terus menerus. Namun hal ini belum berjalan secara maksimal mengingat pertambahan jumlah penduduk Indonesia, termasuk di NTT akan selalu lebih cepat dibandingkan dengan produksi pangan, sehingga kebutuhan pangan akan selalu kurang.
“Untuk itulah, peningkatan Pembinaan Ketahanan Pangan perlu dilakukan secara berkelanjutan oleh semua pihak, salah satunya dengan memberdayakan Satuan-Satuan TNI AD di seluruh wilayah Indonesia termasuk Korem 161/Wira Sakti,” tandas Komandan Korem 161/WS.
Cara pemanfaatan Pekarangan Pangan disampaikan oleh bapak Stefanus Janis, Sp., dengan memberikan materi tentang optimalisasi pemanfaatan lahan sesuai dengan karakteristik wilayah atau pekarangan.
“Tujuan kegiatan ini ada 3 hal. Yang Pertama memberdayakan rumah tangga dalam penyediaan sumber pangan dan Gizi melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan dan lahan sekitar tempat tinggal. Kedua meningkatkan kesadaran, peran dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman. Kemudian terakhir, meningkatnya pengetahuan dan perubahan sikap masyarakat untuk memanfaatkan pangan lokal dalam penyusunan menu keluarga sehari-hari,” jelasnya.
Selanjutnya ibu Maria K Tuames, Sp., memberikan materi tentang pemanfaatan Pupuk Organik dengan komposisi bahan-bahan yang digunakan yaitu Pupuk kandang/kotoran ternak 600 kg, Jerami/sisa hijauan 200 kg, dedak padi 50 kg, sekam 150 kg (jerami, daun-daun kering, sisa hijauan), gula pasir 1 kg, gula air 1 kg atau tetes tebu (secukupnya sesuai dengan kebutuhan). Kemudian kegiatannya di lanjutkan dengan praktek teknik pembuatan. (Penrem 161/WS)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar