Pendam IX/Udayana
Minggu, 12 April 2020
Belu - Yonif Raider 142/KJ mendapatkan tugas khusus untuk menjaga keamanan perbatasan wilayah timur Indonesia yang berdampingan langsung dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste, tepatnya berada di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Dan ternyata dibalik tugas tersebut satuan ini telah menyiapkan rencana mulia untuk membantu masyarakat secara langsung dan bermanfaat.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Dansatgas Pamtas Yonif R 142/KJ Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M dalam rilis tertulisnya di Atambua Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur. Dikatakannya, sampai dengan saat ini, pihaknya telah mengkhitan 742 orang warga perbatasan RI-RDTL.
"Selain bertugas menjaga keamanan wilayah perbatasan Indonesia - Timor Leste, kami juga telah menyiapkan tugas pembinaan teritorial satuan non Komando kewilayahan secara khusus dan bermanfaat yaitu mengkhitan saudara-saudara kita yang ada di tapal batas," ungkap pria sederhana tersebut.
"Karena menurut kami, selain bermanfaat untuk kesehatan, kegiatan ini juga sangat membantu warga dari berbagai sudut padang, baik dari ekonomi, sosial hingga kemanusiaan," tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan, dengan memanfaatkan delapan orang tenaga medis yang ada di Mako Satgas serta di pos-pos yang ada di sepanjang garis perbatasan, mereka juga dibantu tenaga medis dari intansi terkait, seperti petugas Puskesmas yang membantu saat pelaksanaan Bakti Sosial Kesehatan yang banyak digelar sebelumnya.
"Khitan ini tidak hanya dilaksanakan pada kegiatan bakti sosial kesehatan yang sering kami gelar saja, tetapi kami juga melayani warga yang ingin melaksanakan khitan secara perorangan di Klinik Mako Satgas yang berada di Jln. Meo Otu Hale Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat Kabupaten Belu," tuturnya.
"Khitan berfungsi untuk mempermudah dan mempercepat proses pembersihan fisik, khususnya yang berkaitan dengan kotoran air seni atau air kencing yang banyak membawa racun dan bakteri," tambahnya.
Dirinya berharap, animo masyarakat dapat terus meningkat untuk melakukan khitan, sehingga kesehatan warga perbatasan, khusus nya bagi kaum pria dapat tercapai secara maksimal.
Di tempat terpisah, Bintara Kesehatan Satgas Serka Yudistira Adi Nugraha (30) menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini mereka belum mendapatkan kendala yang berarti dalam melaksanakan tugas kesehatan di wilayah perbatasan RI-RDTL.
"Kami mengucapkan terima kasih atas animo yang tinggi dari masyarakat perbatasan untuk melaksanakan khitan yang telah mencapai 742 orang, semoga ini akan meningkat dan terus berlanjut," ucapnya.
"Dalam melaksanakan khitan ini kami menggunakan metode Electrik Couter atau Laser, dan sampai dengan saat kami bersyukur dapat berjalan aman dan lancar dan tanpa kendala yang berarti," tandasnya. (Satgas Yonif R 142/KJ)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar